cara memperindah tampilan flash disk biar nd bosan...
Copy script dibawah ini dan paste di notepad, terus habis itu kamu kasih nama Desktop.ini
[ExtShellFolderViews]
{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}={BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}
[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]
Attributes=&H0000FFFF&
IconArea_Image=fadhil.jpg
IconArea_Text=0xff00fffff
[.ShellClassInfo]
ConfirmFileOp=0
IconFile=%SystemRoot%\system32\SHELL32.dll
IconIndex=217
/* merah=0xf00ff
ungu=0xf00fff
kuning=0xff00fffff
putih=0xff000ff (ket. ungu)
hijau=0xf00f
*/
Nah, kalo sudah kamu ganti tulisan : fadhil.jpg
Kalian ganti saja sama nama file gambar yang mau kalian jadikan sebagai background dan taruh di dalam flashdisk kalian. Gampang banget kan??
Oh iya, itu yang bagian :
IconArea_Text=0xff00fffff
itu gunanya buat mengubah warna nama file kamu loh,
Langsung download aja deh contohnya dibawah ini :
Download dua-duanya yah
(klik kanan “save as” trus taruh di flashdisk)
Rabu, 15 Juli 2009
Selasa, 14 Juli 2009
Cara Membuat Red More pada Blog
Cara Membuat Red More pada Blog
Diposkan oleh Fahru di 03:55 . Sabtu, 2008 Desember 27
Label: Tips dan Trik
Lagi-lagi soal membuat fasilitas Read more.. atau Selengkapnya.. pada template baru (XML), topik ini rupanya yang paling banyak di baca dan di minati oleh para blogger baru. Hal ini terlihat dari banyaknya komentar yang masuk pada artikel tersebut, ada yang girang karena sudah merasa berhasil dan ada juga yang sedikit kecewa karena masih menemui kegagalan.
Dengan masih adanya kegagalan-kegagalan tersebut, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa metode yang saya sampaikan ternyata masih kurang untuk di pahami. Dari itu tentu harus di pikirkan cara yang tepat dalam penyampaian suatu panduan. Beberapa waktu yang lalu ada sebuah komentar yang masuk pada salah satu artikel saya (artikel yang mana saya lupa dan sedikit malas untuk membuka dokumen komentar) bahwa metoda penyampaian tersebut sangatlah mudah untuk di pahami, maka pada kesempatan kali ini saya akan mencoba metoda tersebut pada artikel membuat fungsi Read more.. atau Selengkapnya...
Saran saya, ketika anda melakukan Editting pada kode template, sebaiknya jangan memakai browser Internet Explorer terutama Internet Explorer 6, pakailah browser lain semisal FireFox ataupun Opera. Bagi yang belum mempunyai browser FireFox bisa mendownloadnya secara gratis di sini! dan untuk Opera bisa mendownloadnya di sini!, Kenapa jangan memakai Internet Explorer? ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika melakukan editting sering menemukan pesan error ketika memakai IE, dan apabila memakai browser lain pesan Error tersebut tidak muncul (proses edtting sukses), dan saya pernah membaca di blogger forum banyak yang melaporkan isu ini dan pihak blogger sendiri menyarankan untuk sementara memakai browser lain selain IE (maaf lupa catat alamat link nya).
Bagi yang belum sukses membuat fungsi read more..., coba ikuti langkah berikut ini :
Langkah #1
Sign in di blogger dengan id anda.
Klik Pengaturan
Klik Format
Pada layar paling bawah, ada text area kosong disamping tulisan Template Posting, isi tesxt area kosong tersebut dengan kode di bawah ini :
Klik tombol Simpan Pengaturan
Pemasangan kode ini di maksudkan agar pada saat posting artikel, kode tersebut langsung muncul tanpa harus menuliskan terlebih dahulu, jadi membantu kita agar tidak harus selalu mengingat kode tersebut.
Langkah #2
Klik menu Dasboard
Klik Tata Letak
Klik tab Edit HTML
Klik tulisan Download Template Lengkap.
Silahkan save dulu template tersebut, ini di maksudkan untuk mengurangi resiko apabila terjadi kesalahan ketika melakukan editting pada template, kita masih punya back up data untuk mengembalikannya seperti semula
Beri tanda centang pada kotak di samping tulisan Expand Template Widget , lihat gambar di bawah :
Tunggu beberapa saat ketika proses sedang berlangsung
Silahkan anda cari kode berikut pada kode template milik anda :
atau kode di bawah ini (sama saja) ;
Hapus kode diatas, lalu ganti dengan kode di bawah ini (klik pada tombol untuk menandai):
Klik tombol Simpan Template
Selesai.
Cara Posting Artikel
Klik menu Posting
Klik menu Edit HTML, maka secara otomatis tampak kode yang telah kita setting tadi, yakni :
Tuliskan artikel yang ingin tampak pada blog sebelum kode :
Tulis keseluruhan sisa artikel sesudah kode di atas tadi dan sebelum kode :
Klik tombol bertuliskan MEMPUBLIKASIKAN POSTING
Klik tulisan Lihat Blog(di jendela baru) untuk melihat hasil dari postingan kita, kemudian lihat apakah hasilnya sukses atau tidak. Jika tidak, mungkin ada bagian yang terlewatkan. Coba lihat kembali langkah diatas
Mudah-mudahan dengan adanya postingan ini tidak ada lagi yang mengalami kegagalan dalam membuat menu Read more...
Bagi anda yang mengikuti tutorial ini dan mengalami kegagalan, jangan panik ketika blog anda menjadi amburadul (katanya begitu dalam komentar), upload kembali backup templatenya dan nanti akan kembali ke keadaan semula sebelum di edit.
Diposkan oleh Fahru di 03:55 . Sabtu, 2008 Desember 27
Label: Tips dan Trik
Lagi-lagi soal membuat fasilitas Read more.. atau Selengkapnya.. pada template baru (XML), topik ini rupanya yang paling banyak di baca dan di minati oleh para blogger baru. Hal ini terlihat dari banyaknya komentar yang masuk pada artikel tersebut, ada yang girang karena sudah merasa berhasil dan ada juga yang sedikit kecewa karena masih menemui kegagalan.
Dengan masih adanya kegagalan-kegagalan tersebut, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa metode yang saya sampaikan ternyata masih kurang untuk di pahami. Dari itu tentu harus di pikirkan cara yang tepat dalam penyampaian suatu panduan. Beberapa waktu yang lalu ada sebuah komentar yang masuk pada salah satu artikel saya (artikel yang mana saya lupa dan sedikit malas untuk membuka dokumen komentar) bahwa metoda penyampaian tersebut sangatlah mudah untuk di pahami, maka pada kesempatan kali ini saya akan mencoba metoda tersebut pada artikel membuat fungsi Read more.. atau Selengkapnya...
Saran saya, ketika anda melakukan Editting pada kode template, sebaiknya jangan memakai browser Internet Explorer terutama Internet Explorer 6, pakailah browser lain semisal FireFox ataupun Opera. Bagi yang belum mempunyai browser FireFox bisa mendownloadnya secara gratis di sini! dan untuk Opera bisa mendownloadnya di sini!, Kenapa jangan memakai Internet Explorer? ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika melakukan editting sering menemukan pesan error ketika memakai IE, dan apabila memakai browser lain pesan Error tersebut tidak muncul (proses edtting sukses), dan saya pernah membaca di blogger forum banyak yang melaporkan isu ini dan pihak blogger sendiri menyarankan untuk sementara memakai browser lain selain IE (maaf lupa catat alamat link nya).
Bagi yang belum sukses membuat fungsi read more..., coba ikuti langkah berikut ini :
Langkah #1
Sign in di blogger dengan id anda.
Klik Pengaturan
Klik Format
Pada layar paling bawah, ada text area kosong disamping tulisan Template Posting, isi tesxt area kosong tersebut dengan kode di bawah ini :
Klik tombol Simpan Pengaturan
Pemasangan kode ini di maksudkan agar pada saat posting artikel, kode tersebut langsung muncul tanpa harus menuliskan terlebih dahulu, jadi membantu kita agar tidak harus selalu mengingat kode tersebut.
Langkah #2
Klik menu Dasboard
Klik Tata Letak
Klik tab Edit HTML
Klik tulisan Download Template Lengkap.
Silahkan save dulu template tersebut, ini di maksudkan untuk mengurangi resiko apabila terjadi kesalahan ketika melakukan editting pada template, kita masih punya back up data untuk mengembalikannya seperti semula
Beri tanda centang pada kotak di samping tulisan Expand Template Widget , lihat gambar di bawah :
Tunggu beberapa saat ketika proses sedang berlangsung
Silahkan anda cari kode berikut pada kode template milik anda :
atau kode di bawah ini (sama saja) ;
Hapus kode diatas, lalu ganti dengan kode di bawah ini (klik pada tombol untuk menandai):
Klik tombol Simpan Template
Selesai.
Cara Posting Artikel
Klik menu Posting
Klik menu Edit HTML, maka secara otomatis tampak kode yang telah kita setting tadi, yakni :
Tuliskan artikel yang ingin tampak pada blog sebelum kode :
Tulis keseluruhan sisa artikel sesudah kode di atas tadi dan sebelum kode :
Klik tombol bertuliskan MEMPUBLIKASIKAN POSTING
Klik tulisan Lihat Blog(di jendela baru) untuk melihat hasil dari postingan kita, kemudian lihat apakah hasilnya sukses atau tidak. Jika tidak, mungkin ada bagian yang terlewatkan. Coba lihat kembali langkah diatas
Mudah-mudahan dengan adanya postingan ini tidak ada lagi yang mengalami kegagalan dalam membuat menu Read more...
Bagi anda yang mengikuti tutorial ini dan mengalami kegagalan, jangan panik ketika blog anda menjadi amburadul (katanya begitu dalam komentar), upload kembali backup templatenya dan nanti akan kembali ke keadaan semula sebelum di edit.
Tips aktifkan Task Manager yg kena Virusss
Pertama - tama Kaka, Om, or Tante buka program Notepad, or Textpad, or program apa saja yang bisa yang bisa ngesave menjadi file .vbs. . .
Lalu ketikkan script program dibawah ini :
Spoiler:
'Enable/Disable Task Manager
Option Explicit
'Declare variables
Dim WSHShell, rr, rr2, MyBox, val, val2, ttl, toggle
Dim jobfunc, itemtype
On Error Resume Next
Set WSHShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")
val = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr"
val2 = "HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr"
itemtype = "REG_DWORD"
jobfunc = "Task Manager is now "
ttl = "Result"
'reads the registry key value.
rr = WSHShell.RegRead (val)
rr2 = WSHShell.RegRead (val2)
toggle=1
If (rr=1 or rr2=1) Then toggle=0
If toggle = 1 Then
WSHShell.RegWrite val, 1, itemtype
WSHShell.RegWrite val2, 1, itemtype
Mybox = MsgBox(jobfunc & "disabled.", 4096, ttl)
Else
WSHShell.RegDelete val
WSHShell.RegDelete val2
Mybox = MsgBox(jobfunc & "enabled.", 4096, ttl)
End If
Lalu simpan dengan nama TaskManager.vbs ( nama tidak harus TaskManager... bisa diganti dengan kemauan Kaka, Om, or Tante ) kemudian save ditempat yang Kaka, Om, or Tante mau dan mudah diingat. . .
Terakhir tinggal Kaka, Om, or Tante klik dua kali pada ikon file tersebut untuk menjalankannya
Lalu ketikkan script program dibawah ini :
Spoiler:
'Enable/Disable Task Manager
Option Explicit
'Declare variables
Dim WSHShell, rr, rr2, MyBox, val, val2, ttl, toggle
Dim jobfunc, itemtype
On Error Resume Next
Set WSHShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")
val = "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr"
val2 = "HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr"
itemtype = "REG_DWORD"
jobfunc = "Task Manager is now "
ttl = "Result"
'reads the registry key value.
rr = WSHShell.RegRead (val)
rr2 = WSHShell.RegRead (val2)
toggle=1
If (rr=1 or rr2=1) Then toggle=0
If toggle = 1 Then
WSHShell.RegWrite val, 1, itemtype
WSHShell.RegWrite val2, 1, itemtype
Mybox = MsgBox(jobfunc & "disabled.", 4096, ttl)
Else
WSHShell.RegDelete val
WSHShell.RegDelete val2
Mybox = MsgBox(jobfunc & "enabled.", 4096, ttl)
End If
Lalu simpan dengan nama TaskManager.vbs ( nama tidak harus TaskManager... bisa diganti dengan kemauan Kaka, Om, or Tante ) kemudian save ditempat yang Kaka, Om, or Tante mau dan mudah diingat. . .
Terakhir tinggal Kaka, Om, or Tante klik dua kali pada ikon file tersebut untuk menjalankannya
MALINO-KAMPUNG HALAMANKU
Malino 1927
Malino dikenal sekarang ini sebagai tempat peristirahatan atau tempat wisata. Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya deengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar di puncak Gunung Bawakaraeng. Malino dan Laparrak berada pada ketinggian antara 980-1.050 meter di atas permukaan laut.
Kota Malino baru dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah dan siapa saja dari pemerintah warga kota Makassar (Ujung Pandang) sanggup dan suka membangun bungalow atau villa di tempat sejuk itu.
Sebelum memasuki kota Malino, terdapat sebuah tembok prasasti di pinggir jalan dengan tulisan: MALINO 1927. Tulisan tersebut cukup jelas dan seketika itu pula dapat dibaca setiap orang yang melintas di daerah itu.
Malino 1927 bukan berarti Malino baru dikuasai Belanda pada tahun itu. Jauh sebelumnya, Belanda sudah berkuasa di wilayah Kerajaan Gowa, terutama setelah pasca Perjanjian Bungaya 18 November 1667.
Sejak zaman kerajaan, Malino atau Laparrak hanya terdiri dari hutan belantara, di dalam wilayahnya terdapat beberapa anak sungai yang semuanya bermuara pada Sungai Jeneberang.
Ada tempat wisata yang sejuk di Buluttana, seperti air terjun, juga dibangun tiga rumah adat, yakni rumah adat Balla Jambua, Balla Tinggia dan Balla Lompoa. Di tempat itu kondisi hawanya dingin dan sejuk dan sering dijadikan sebagai tempat wisata.
Di puncak Bawakaraeng, kini menjadi objek wisata petualangan. Setiap saat banyak wisatawan berdatangan untuk melakukan pendakian ke Puncak bawakaraeng. Mereka lalu menancapkan bendera di puncak gunung itu. Menurut cerita, Malino selain dijadikan sebagai tempat peristirahatan, juga menjadi tempat persembunyian bagi para pejuang. Karena sejak Belanda masuk ke wilayah Kerajaan Gowa sudah terjadi konflik, terutama pasca perjanjian Bungaya, dimana Belanda sudah berkuasa, rakyat mengungsi ke wilayah itu.
Sejak tahun 1927, setelah Belanda secara resmi menjadikan Malino sebagai tempat peristirahatan, maka kebijakan pemerintah Belanda saat itu adalah memberi kesempatan pada orang asing baik Belanda maupun Cina untuk membangun bungalow atau villa. Sedang penduduk setempat dilarang mendirikan rumah. Rumah rakyat digeser masuk ke hutan atau lereng gunung, kecuali di sekitar pasar. Menurut keterangan ibu Siti Saerah Dg Moming (Penilik Kebudayaan kantor Cabang Dinas P & K Tinggimoncong) dan anak angkat dari Abd Rahman Dg Mile yang pernah ikut Tuan Weydoman pada tahun 1930, Malino saat itu hanya berdiri beberapa bangunan yakni Barugaya (Mess Pemda Tingkat I Propinsi Sulsel), Restoran, Pesanggrahan dan MEPB (PLN sekarang).
Pada masa pemerintahan Jepang, Malino juga tak luput dari pengawasannya. Karena tanahnya yang subur, maka Malino saat itu dijadikan sebagai daerah penghasil sayur mayur untuk menutupi kebutuhan sayur para serdadu dan pekerja Jepang. Juga di sepanjang jalan, banyak ditemui lubang-lubang perlindungan, sebagai tempat penghadangan musuh. Juga banyak ditemui gudang senjata dan rumah sakit Kaigumbioying dan markas tentara (SMP negeri Malino sekarang). Nama Malino sebenarnya adalah nama sungai yang berhulu di Laparrak (Malino sekarang).
Sungai Malino dapat dilewati jika kita menuju kota Malino yang dihubungkan dengan sebuah jembatan gantung Lebong. Sungai Malino airnya amat tenang seolah-olah memberikan ketenangan dan kesejukan di hati, sesuai dengan namanya Malino yang artinya amat tenang. Malino yang dibangun oleh pemerintah Belanda sesuai tempat peristirahatan, memiliki hawa yang sejuk segar bahkan kadang kala terasa cukup dingin dengan ketenangan. Keadaan alam dan lingkungan yang demikian itu sangat cocok kiranya apabila tempat ini diberi nama Malino. Sejak itulah Lapparak berubah nama menjadi Malino yang artinya amat tenang.
Setiap tamu yang berkunjung ke Malino akan merasa kesejukan dan ketenangan tersebut. Pada masa pemerintah Belanda dahulu, Malino hanyalah merupakan satu kampung gabungan Buluttana dan diperintah oleh seorang kepala kampung dengan gelar Karaeng Buluttana. Buluttana termasuk Wilayah Distrik Parigi dengan pusat pemerintah distrik yang berkedudukan di Tanete sampai pada tahun 1939. Kemudian pada tahun 1939-1952 ibu kota distrik Parigi pindah dari Tanete ke Saluttowa, sekitar 10 km dari sebelah barat kota Malino.
Wilayah Distrik Parigi terdiri atas 6 (enam) buah kampung gabungan (desa) masing-masing:
1. Kampung gabungan Jonjo diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Anrong Guru Jonjo.
2. Kampung Gabungan Gantarang diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Gantarang.
3. Kampung Gabungan Buluttana, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Buluttana.
4. Kampung Gabungan Longka, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Longka.
5. Kampung Gabungan Manimbahoi, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar karaeng Manimbahoi.
6. Kampung Gabungan Sironjong, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Sironjong.
Malino merupakan bagian dari kampung gabungan Buluttana, ternyata kemudian mengalami perkembanngan pesat dibanding Saluttowa sebagai ibukota / pusat pemerintahan distrik. Karena Malino yang semula dijadikan sebagai tempat peristirahatan, atas pertimbangan Pemerintah belanda pada tahun 1952, maka ibukota distrik dipindahkan dari Saluttowa ke Malino.
Pemindahan ibukota distrik itu dilakukan dengan pertimbangan, bahwa Malino memiliki keistimewaan sebagai tempat peristirahatan yang sejuk dan nyaman, juga letaknya sangat strategis. Dalam perkembangan selanjutnya, tepatnya pada tahun 1962, seiring dengan tuntutan dan perkembangan pemerintahan, di ujung Timur Gowa, dibentuk satu distrik, namanya distrik Pao yang dibentuk dari 6 kampung gabungan yakni:
1. Kampung Baringong
2. Kampung Tonasa
3. Kampung Pao
4. Kampung Suka
5. Kampung Balasuka
6. Kampung Mamampang
Kampung gabungan tersebut masing-masing diperintahkan oleh Gallarang. Namun kedua distrik di daerah dataran tinggi itu pada tahun 1957 dibentuk Koordinatorschap Gowa Timur yang berkedudukan di Malino. Koordinatorschap Gowa Timur meliputi Parigi, inklusif Malino kota dan Tombolo Pao.
Pada tahun 1961, pemerintahan koordinatorschap ini dihapus sesuai dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia. Saat itu dilakukan reorganisasi pemerintahan distrik menjadi kecamatan. Gowa saat itu terdiri dari 12 distrik, kemudian dilebur menjadi 8 kecamatan, yakni kecamatan Tamalate, Panakukkang, Bajeng, Palangga, Bontomarannu, Tinggimoncong, Tombopulu dan Bontomarannu.
Atas kebijakan itu pula, distrik Parigi dan distrik Pao kemudian dilebur menjadi satu kecamatan, namanya kecamatan Tinggimoncong. Tapi kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1990 an, dengan alasan mempermudah pelayanan, maka kecamatan Tinggimoncong dimekarkan lagi menjadi satu kecamatan yakni kecamatan Parigi.
April 29, 2009
Categories: malino . . Author: mas bejo
Malino dikenal sekarang ini sebagai tempat peristirahatan atau tempat wisata. Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya deengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar di puncak Gunung Bawakaraeng. Malino dan Laparrak berada pada ketinggian antara 980-1.050 meter di atas permukaan laut.
Kota Malino baru dikenal dan semakin popular sejak zaman penjajahan Belanda, lebih-lebih setelah Gubernur Caron pada tahun 1927 memerintah di “Celebes on Onderhorighodon” telah menjadikan Malino pada tahun 1927 sebagai tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah dan siapa saja dari pemerintah warga kota Makassar (Ujung Pandang) sanggup dan suka membangun bungalow atau villa di tempat sejuk itu.
Sebelum memasuki kota Malino, terdapat sebuah tembok prasasti di pinggir jalan dengan tulisan: MALINO 1927. Tulisan tersebut cukup jelas dan seketika itu pula dapat dibaca setiap orang yang melintas di daerah itu.
Malino 1927 bukan berarti Malino baru dikuasai Belanda pada tahun itu. Jauh sebelumnya, Belanda sudah berkuasa di wilayah Kerajaan Gowa, terutama setelah pasca Perjanjian Bungaya 18 November 1667.
Sejak zaman kerajaan, Malino atau Laparrak hanya terdiri dari hutan belantara, di dalam wilayahnya terdapat beberapa anak sungai yang semuanya bermuara pada Sungai Jeneberang.
Ada tempat wisata yang sejuk di Buluttana, seperti air terjun, juga dibangun tiga rumah adat, yakni rumah adat Balla Jambua, Balla Tinggia dan Balla Lompoa. Di tempat itu kondisi hawanya dingin dan sejuk dan sering dijadikan sebagai tempat wisata.
Di puncak Bawakaraeng, kini menjadi objek wisata petualangan. Setiap saat banyak wisatawan berdatangan untuk melakukan pendakian ke Puncak bawakaraeng. Mereka lalu menancapkan bendera di puncak gunung itu. Menurut cerita, Malino selain dijadikan sebagai tempat peristirahatan, juga menjadi tempat persembunyian bagi para pejuang. Karena sejak Belanda masuk ke wilayah Kerajaan Gowa sudah terjadi konflik, terutama pasca perjanjian Bungaya, dimana Belanda sudah berkuasa, rakyat mengungsi ke wilayah itu.
Sejak tahun 1927, setelah Belanda secara resmi menjadikan Malino sebagai tempat peristirahatan, maka kebijakan pemerintah Belanda saat itu adalah memberi kesempatan pada orang asing baik Belanda maupun Cina untuk membangun bungalow atau villa. Sedang penduduk setempat dilarang mendirikan rumah. Rumah rakyat digeser masuk ke hutan atau lereng gunung, kecuali di sekitar pasar. Menurut keterangan ibu Siti Saerah Dg Moming (Penilik Kebudayaan kantor Cabang Dinas P & K Tinggimoncong) dan anak angkat dari Abd Rahman Dg Mile yang pernah ikut Tuan Weydoman pada tahun 1930, Malino saat itu hanya berdiri beberapa bangunan yakni Barugaya (Mess Pemda Tingkat I Propinsi Sulsel), Restoran, Pesanggrahan dan MEPB (PLN sekarang).
Pada masa pemerintahan Jepang, Malino juga tak luput dari pengawasannya. Karena tanahnya yang subur, maka Malino saat itu dijadikan sebagai daerah penghasil sayur mayur untuk menutupi kebutuhan sayur para serdadu dan pekerja Jepang. Juga di sepanjang jalan, banyak ditemui lubang-lubang perlindungan, sebagai tempat penghadangan musuh. Juga banyak ditemui gudang senjata dan rumah sakit Kaigumbioying dan markas tentara (SMP negeri Malino sekarang). Nama Malino sebenarnya adalah nama sungai yang berhulu di Laparrak (Malino sekarang).
Sungai Malino dapat dilewati jika kita menuju kota Malino yang dihubungkan dengan sebuah jembatan gantung Lebong. Sungai Malino airnya amat tenang seolah-olah memberikan ketenangan dan kesejukan di hati, sesuai dengan namanya Malino yang artinya amat tenang. Malino yang dibangun oleh pemerintah Belanda sesuai tempat peristirahatan, memiliki hawa yang sejuk segar bahkan kadang kala terasa cukup dingin dengan ketenangan. Keadaan alam dan lingkungan yang demikian itu sangat cocok kiranya apabila tempat ini diberi nama Malino. Sejak itulah Lapparak berubah nama menjadi Malino yang artinya amat tenang.
Setiap tamu yang berkunjung ke Malino akan merasa kesejukan dan ketenangan tersebut. Pada masa pemerintah Belanda dahulu, Malino hanyalah merupakan satu kampung gabungan Buluttana dan diperintah oleh seorang kepala kampung dengan gelar Karaeng Buluttana. Buluttana termasuk Wilayah Distrik Parigi dengan pusat pemerintah distrik yang berkedudukan di Tanete sampai pada tahun 1939. Kemudian pada tahun 1939-1952 ibu kota distrik Parigi pindah dari Tanete ke Saluttowa, sekitar 10 km dari sebelah barat kota Malino.
Wilayah Distrik Parigi terdiri atas 6 (enam) buah kampung gabungan (desa) masing-masing:
1. Kampung gabungan Jonjo diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Anrong Guru Jonjo.
2. Kampung Gabungan Gantarang diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Gantarang.
3. Kampung Gabungan Buluttana, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Buluttana.
4. Kampung Gabungan Longka, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Longka.
5. Kampung Gabungan Manimbahoi, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar karaeng Manimbahoi.
6. Kampung Gabungan Sironjong, diperintah oleh seorang kepala kampung gabungan dengan gelar Karaeng Sironjong.
Malino merupakan bagian dari kampung gabungan Buluttana, ternyata kemudian mengalami perkembanngan pesat dibanding Saluttowa sebagai ibukota / pusat pemerintahan distrik. Karena Malino yang semula dijadikan sebagai tempat peristirahatan, atas pertimbangan Pemerintah belanda pada tahun 1952, maka ibukota distrik dipindahkan dari Saluttowa ke Malino.
Pemindahan ibukota distrik itu dilakukan dengan pertimbangan, bahwa Malino memiliki keistimewaan sebagai tempat peristirahatan yang sejuk dan nyaman, juga letaknya sangat strategis. Dalam perkembangan selanjutnya, tepatnya pada tahun 1962, seiring dengan tuntutan dan perkembangan pemerintahan, di ujung Timur Gowa, dibentuk satu distrik, namanya distrik Pao yang dibentuk dari 6 kampung gabungan yakni:
1. Kampung Baringong
2. Kampung Tonasa
3. Kampung Pao
4. Kampung Suka
5. Kampung Balasuka
6. Kampung Mamampang
Kampung gabungan tersebut masing-masing diperintahkan oleh Gallarang. Namun kedua distrik di daerah dataran tinggi itu pada tahun 1957 dibentuk Koordinatorschap Gowa Timur yang berkedudukan di Malino. Koordinatorschap Gowa Timur meliputi Parigi, inklusif Malino kota dan Tombolo Pao.
Pada tahun 1961, pemerintahan koordinatorschap ini dihapus sesuai dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia. Saat itu dilakukan reorganisasi pemerintahan distrik menjadi kecamatan. Gowa saat itu terdiri dari 12 distrik, kemudian dilebur menjadi 8 kecamatan, yakni kecamatan Tamalate, Panakukkang, Bajeng, Palangga, Bontomarannu, Tinggimoncong, Tombopulu dan Bontomarannu.
Atas kebijakan itu pula, distrik Parigi dan distrik Pao kemudian dilebur menjadi satu kecamatan, namanya kecamatan Tinggimoncong. Tapi kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1990 an, dengan alasan mempermudah pelayanan, maka kecamatan Tinggimoncong dimekarkan lagi menjadi satu kecamatan yakni kecamatan Parigi.
April 29, 2009
Categories: malino . . Author: mas bejo
CARA FORMAT FLASH DISK
CARA FORMAT FLASH DISK JIKA TERDAPAT FILE ASING/TDK TERDETEKSI AKIBAT VIRUS.
Hampir semua orang sudah mengenal flash disk. Dan hampir setiap orang sudah memiliki flash disk. Memang salah satu alat penyimpan data ini sangat membantu seseorang. Dengan bentuk yang semakin kecil dan bervariasi, disertai dengan kapasistas yang mulai besar, flash sudah menjadi kebutuhan. Apalagi harga benda ini semakin “merosot” tajam.
Dengan semakin banyaknya orang memiliki flash disk, maka semakin banyak pula orang yang mengalami persoalan dengan flash disk tersebut mulai dari tidak bisa terbaca lagi, setiap dimasukkan meminta pesan harus diformat ataupun bila dimasukkan pada komputer lain tidak terbaca dan sebaliknya kalau dikomputer kita aman-aman saja dan masih banyak masalah-masalah lain.
Untuk itu saya mencoba bagi-bagi ilmu untuk mengatasi masalah flash disk ini:
Pertama adalah bisa kita lakukan dengan cara melalui Dos Prompt, bagaimana cara? nah ikuti langkahnya sebagai berikut:
Klik tombol windows dan huruf R pada keyboard, maka akan muncul kotak dialog RUN, tulislah perintah COMMAND pada kolom persis disamping tulisan open
dan selanjutnya akan masuk ke command promt, biasanya bertuliaskan C:\document\ownwer>
Disitu ketiklah CHKDSK setelah owner> contoh CHKDSK /F: (lalu enter) apabila flas disk anda letak drivenya pada F dan apaila pada G atau H... maka tulisnya yang sesuai dengan drivenya.
Selanjutnya bila sudah selesai memeriksa dari Check Disk (CHKDSK), coba anda buang file yang ada pada Flash Disk dengan perintah Del drive letter:*.*. Contoh pada perintah membuang file dari Flash Disk di drive F: adalah DEL F:*.*
Sekali lagi anda coba format dengan perintah Dos Promt. Format F:
Cara yang kedua adalah melalui computer management:
Pilih drive F atau drive flash disk anda, lalu klik kanan dan pilih format
Bila masih terdapat pesan error lakukan boot pada computer
Cara yang ini adalah untuk memperbaiki flash disk yang corrupt file dan mengalami file protect ketika mengcopy atau memindahkan data serta tidak dapat melakukan format.
Selesai melakukan format pada Flash Disk, tetapi anda mendapat pesan yang sama ketika melakukan format. Coba anda lakukan boot pada computer untuk me-refresh Windows XP agar mengenal Flash Disk anda. Bila masih mengalami hal sama, coba anda ulangi kembali melakukan chkdsk, bila masih terdapat pesan invalid link. Bila kedua kalinya anda masih mengalami hal tersebut, cara yang kami berikan tidak berlaku untuk flash disk anda.
Kasus Flash Disk Write Protect terkadang hanya terjadi pada satu buah computer sementara beberapa waktu masih dapat digunakan oleh computer berbeda. Tetapi dapat juga langsung terjadi pada semua computer yang ketika anda menghubungkan Flash Disk anda baik pada sistem Windows XP atau OS lain.
Hal lain dapat saja membuat error pada flash disk anda dan belum tentu disebabkan karena corrupt file yang membuat kasus seperti diatas.
Smoga berguna..
Hampir semua orang sudah mengenal flash disk. Dan hampir setiap orang sudah memiliki flash disk. Memang salah satu alat penyimpan data ini sangat membantu seseorang. Dengan bentuk yang semakin kecil dan bervariasi, disertai dengan kapasistas yang mulai besar, flash sudah menjadi kebutuhan. Apalagi harga benda ini semakin “merosot” tajam.
Dengan semakin banyaknya orang memiliki flash disk, maka semakin banyak pula orang yang mengalami persoalan dengan flash disk tersebut mulai dari tidak bisa terbaca lagi, setiap dimasukkan meminta pesan harus diformat ataupun bila dimasukkan pada komputer lain tidak terbaca dan sebaliknya kalau dikomputer kita aman-aman saja dan masih banyak masalah-masalah lain.
Untuk itu saya mencoba bagi-bagi ilmu untuk mengatasi masalah flash disk ini:
Pertama adalah bisa kita lakukan dengan cara melalui Dos Prompt, bagaimana cara? nah ikuti langkahnya sebagai berikut:
Klik tombol windows dan huruf R pada keyboard, maka akan muncul kotak dialog RUN, tulislah perintah COMMAND pada kolom persis disamping tulisan open
dan selanjutnya akan masuk ke command promt, biasanya bertuliaskan C:\document\ownwer>
Disitu ketiklah CHKDSK setelah owner> contoh CHKDSK /F: (lalu enter) apabila flas disk anda letak drivenya pada F dan apaila pada G atau H... maka tulisnya yang sesuai dengan drivenya.
Selanjutnya bila sudah selesai memeriksa dari Check Disk (CHKDSK), coba anda buang file yang ada pada Flash Disk dengan perintah Del drive letter:*.*. Contoh pada perintah membuang file dari Flash Disk di drive F: adalah DEL F:*.*
Sekali lagi anda coba format dengan perintah Dos Promt. Format F:
Cara yang kedua adalah melalui computer management:
Pilih drive F atau drive flash disk anda, lalu klik kanan dan pilih format
Bila masih terdapat pesan error lakukan boot pada computer
Cara yang ini adalah untuk memperbaiki flash disk yang corrupt file dan mengalami file protect ketika mengcopy atau memindahkan data serta tidak dapat melakukan format.
Selesai melakukan format pada Flash Disk, tetapi anda mendapat pesan yang sama ketika melakukan format. Coba anda lakukan boot pada computer untuk me-refresh Windows XP agar mengenal Flash Disk anda. Bila masih mengalami hal sama, coba anda ulangi kembali melakukan chkdsk, bila masih terdapat pesan invalid link. Bila kedua kalinya anda masih mengalami hal tersebut, cara yang kami berikan tidak berlaku untuk flash disk anda.
Kasus Flash Disk Write Protect terkadang hanya terjadi pada satu buah computer sementara beberapa waktu masih dapat digunakan oleh computer berbeda. Tetapi dapat juga langsung terjadi pada semua computer yang ketika anda menghubungkan Flash Disk anda baik pada sistem Windows XP atau OS lain.
Hal lain dapat saja membuat error pada flash disk anda dan belum tentu disebabkan karena corrupt file yang membuat kasus seperti diatas.
Smoga berguna..
Langganan:
Komentar (Atom)