Rabu, 28 Januari 2009

Tips dan trik dos

Tips trik dos
Menampilkan kode kesalahan DOS
Sering bingung atau sering mengalami kesalahan dalam mengeksekusi perintah eksternal DOS ? (misalnya chkdsk, xcopy, attrib, dll) ? Kini jangan lagi, karena Anda dapat mengetahui kesalahan apa yang Anda lakukan. Caranya pada MS-DOS Prompt ketikkan COMMAND /Z. Perintah ini tidak berlaku untuk perintah internal seperti copy, dir, rename, dll. Untuk kembali ke modus MS-DOS "biasa" Anda cukup menuliskan perintah EXIT COMMAND.
Alternatif lain memanggil MS-DOS prompt
Selain lewat menu Start/Program/MS-DOS Prompt, ada cara lain untuk masuk menuju MS-DOS Prompt. Caranya, masuk ke menu Start/Run dan ketikkan COMMAND lalu klik OK.
Parameter tersembunyi bagi DIR
Ternyata perintah DIR mempunyai sebuah parameter yang tersembunyi, yaitu DIR /Z. Jika Anda mengetikkan perintah tersebut maka DOS akan menampilkan file dengan menyembunyikan nama panjang yang biasanya muncul di sebelah kanan. Jika anda mengetikkan DIR /B maka yang akan tampil hanya nama panjangnya saja. Sementara DIR /Z/B akan menampilkan nama pendeknya saja.
Pindah directory dg mudah pada DOS prompt
Anda pasti sudah tahu kalau DOS prompt hanya dapat menampilkan 8 karakter (untuk nama file dan directory). Saat Anda pengen pindah directory dengan mengetikkan perintah cd Program Files (misalnya), maka akan terjadi error. Hal ini karena pada DOS prompt directory Program Files akan terlihat menjadi Progra~1. Ini tentunya dapat membingungkan kita. Ada cara yang lebih mudah untuk melakukan "operasi" pada file atau directory yang lebih dari 8 karakter. Caranya dengan menambahkan tanda petik. Misalnya : cd "Program Files" untuk pindah ke directory Program Files.
Tombol fungsi pada DOS prompt
Tombol-tombol di bawah ini dapat Anda gunakan untuk mempercepat perintah DOS pada DOS prompt.
Tombol Fungsi
F1 atau panah kanan Memanggil perintah terakhir, huruf per huruf
F3 Memanggil seluruh isi perintah terakhir
F6 Sama dengan Ctrl-Z. Untuk mengakhiri penulisan perintah bactch
Ctrl-C Membatalkan perintah

Parameter tersembunyi DOS
TRUENAME
Digunakan untuk menampilkan path file atau directory
Syntax:
TRUENAME namafile -

FDISK /STATUS
Ada cara yang lebih mudah untuk melihat informasi partisi harddisk. Kalau biasanya kita harus masuk dulu ke FDISK kemudian memilih option 4. Maka dengan FDISK /STATUS kita dapat langsung langsung melihat informasi partisi tersebut. Perintah ini setidaknya dapat memperpendek langkah kerja kita dan mengurangi resiko kesalahan pada FDISK. Catatan : Perintah ini tidak akan bekerja pada DOS 3.30.
FDISK /MBR
Perintah di atas akan menuliskan pada master boot record pada hard disk tanpa merubah informasi tabel partisi. Sebagai catatan, penulisan pada master boot record (pada kasus ini) dapat menimbulkan beberapa masalah pada beberapa dual boot program. Bagi Anda yang pernah menginstall Linux dan Windows pada satu hard disk dan meletakkan LILO pada master boot record, Anda dapat menghilangkan LILO dengan perintah tersebut. Anda juga dapat menghilangkan virus yang menyerang boot sector, dengan cara booting dari disk yang bersih dan FDISK /MBR.
SHELL=C:\COMMAND.COM /P /F pada (config.sys)
Perintah di atas akan menjalankan "Fail" pada pilihan "Abort, Retry, Fail" (Pilihan "Abort, Retry, Fail" biasa muncul bila terjadi "masalah" pada saat berada pada DOS prompt).
VER /R
Menampilan informasi tentang versi DOS secara lebih lengkap
Parameter rahasia Format
Menentukan ukuran cluster: format Drive: /z:ClusterSize*2
Tidak menyimpan informasi buat unformat: format Drive: /u
Contoh:
Format d: /z:8 akan menghasilkan cluster ukuran 4 kB Contoh:
Format d: /z:32 akan menghasilkan cluster ukuran 16 kB
Mengcopy dari Dos Prompt
Suatu saat Anda mungkin ingin melakukan copy tampilan text yang ada pada Dos Prompt. Untuk itu ikuti tips berikut :
1. Klik icon (Mark) yang terletak pada toolbar Dos Prompt.
2. Pilih area yang ingin Anda copy dengan melakukan drag.
3. Tekan icon (Copy).
4. Setelah itu Anda dapat melakukan Paste, misalnya dari Notepad, MS Word, dll.
Full screen untuk Dos Prompt
Saat Anda masuk ke Dos Prompt biasanya yang muncul adalah window dos prompt yang berukuran kecil. Untuk memperbesar tampilan dos prompt hinga memenuhi layar (full screen) caranya cukup tekan Alt + Enter. Untuk mengembalikannya tekan kembali kedua tombol tersebut.
Mengingat perintah Dos
Sering menggunakan Dos prompt ? Ada baiknya Anda menggunakan salah satu "fasilitas" yang ada, yaitu doskey. Fungsinya adalah untuk "mengingat" perintah-perintah yang pernah Anda ketikkan pada dos prompt. Sehingga untuk menggunakan perintah yg pernah Anda ketikkan cukup gunakan tombol panah ke atas.
1. Klik kanan pada icon MS-DOS Prompt yang terletak pada Start Menu - Programs.
2. Pilih Properties.
3. Pindah ke tab Programs.
4. Pada bagian Batch File, tambahkan doskey.
5. Klik Apply lalu OK.


Tip trik registri
Menyembunyikan menu Find pada Start Menu
Jika Anda meng-enable setting berikut, maka Find yang terdapat pada Start Menu akan hilang.
Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name: NoFind
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = tampilkan, 1 = sembunyikan)
Menyembunyikan menu Document pada Start Menu


Setting berikut akan menyembunyikan folder atau menu Document yang terdapat pada Start Menu.
Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name : NoRecentDocsMenu
Data Type : DWORD Value
Data: (0 = tampilkan, 1 = sembunyikan)

Menyembunyikan menu Run pada Start Menu

Setting berikut akan menyembunyikan folder Document yang terdapat pada Start Menu.
Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name : NoRun
Data Type : DWORD Value
Data: (0 = tampilkan, 1 = sembunyikan)
Menyembunyikan menu Help pada Start Menu [Win 2000]

Setting berikut akan menyembunyikan folder Document yang terdapat pada Start Menu.
Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name : NoSMHelp
Data Type : DWORD Value
Data: (0 = tampilkan, 1 = sembunyikan)
Menyembunyikan menu Start Menu > Settings > Taskbar

Jika Anda meng-enable setting ini maka menu Taskbar yang terdapat pada Setting pada Start Menu akan hilang.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name: NoSetTaskbar
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled/sembunyikan)
Menyembunyikan menu Start Menu > Settings > Folder Options
Jika Anda meng-enable setting ini maka menu Folder Options yang terdapat pada Start Menu - Setting akan hilang.

Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name: NoFolderOptions
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled/sembunyikan)
Menyembunyikan menu Start Menu > Settings > Control Panel

Jika Anda meng-enable setting ini maka menu Taskbar yang terdapat pada Setting pada Start Menu akan hilang.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name: NoControlPanel
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled/sembunyikan)
Disable klik kanan pada Dekstop & Windows Explorer

Jika Anda meng-enable setting di bawah ini maka tidak ada yang bisa melakukan klik kanan pada Desktop & Windows Explorer. Dengan kata lain menu yang muncul waktu klik kanan tidak ada lagi.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoViewContextMenu
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)

Untuk melihat perubahannya Anda perlu melakukan restart.
Disable klik kanan pada Taskbar

Jika Anda meng-enable setting di bawah ini maka tidak akan muncul menu waktu melakukan klik kanan pada Start Menu, Tab control, dan Clock.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoTrayContextMenu
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
Untuk melihat perubahannya Anda perlu melakukan restart.
Mengganti alignment/perataan teks pada Drop Down Menu

(drop down menu = menu yg muncul saat Anda mengklik menu File, Edit, Help, dll pd berbagai aplikasi Windows)

Secara default, alignment pada drop down menu adalah rata kiri. Kalau Anda suka, Anda bisa menggantinya menjadi rata kanan. Caranya :
Key: HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
Value Name: MenuDropAlignment
Data Type: String Value
Data: (0 = rata kiri, 1 = rata kanan)
Langkah terakhir sebelum melihat harilnya adalah restart.
Mencegah perubahan setting Printer pada Control Panel

Jika Anda khawatir ada orang lain yang merubah setting printer Anda, Anda perlu meng-enable setting berikut.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoPrinters
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
Mengganti nama pada Recycle Bin

Bosan dengan nama recycle bin ? Segera ganti dengan nama yang Anda inginkan. Untuk itu Anda perlu masuk ke :
Key : HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\ {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}.
Lalu Anda bisa mengganti default value (yang terletak pada panel sebelah kanan) menjadi nama yang Anda inginkan.
Menampilkan thumbnail untuk file bitmap (*.bmp)

Setelah Anda mengganti dengan nilai di bawah ini dan menjalankan Windows Explorer maka file-file BMP akan tampil dengan icon berupa thumbnail untuk masing-masing gambar.
Key: HKEY_CLASSES_ROOT\Paint.Picture\DefaultIcon
Value Name: (Default)
Data Type: String Value
Data: %1
Menghilangkan Start Banner pada taskbar

Jika Anda meng-enable setting ini maka panah dan tulisan Click here to start akan hilang (tulisan muncul pada saat masuk windows).
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoStartBanner
Data Type: BINARY Value
Data: (00 00 00 00 = disabled, 01 00 00 00 = enabled)
Menambah menu "Explore From Here" pada folder

Setelah Anda mengganti dengan nilai di bawah ini maka saat Anda mengklik kanan pada folder akan muncul menu Explore From Here. Caranya :
Pertama buka key :
HKEY_CLASSES_ROOT\*\shell\rootexplore
(Anda harus membuatnya jika key tersebut belum ada)
Lalu editlah nilai "(Default)" dengan "E&xplore From Here". Pada rootexplore buatlah sebuah key baru dan beri nama dengan command. Edit "(Default)" dan beri nilai/nama "explorer.exe /e,/root,/idlist,%i".
Mengganti daftar program Add/Remove Programs

Saat Anda menginstall program maka sebuah program (yang baik) tentunya akan menambahkan untuk Unsintall (pada Add/Remove Programs). Tapi bila Anda telah meng-uninstall program tersebut dan masih terdapat entry pada Add/Remove Programs Anda bisa menghilangkannya secara manual. Caranya masuk ke key : HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Uninstall
Setelah itu Anda bisa menghapus entry yang masih tersisa.
Menyimpan isi folder

Anda yang sering mengamati isi dari suatu folder, tentunya butuh cara yang tepat dan cepat. Untuk itu ikuti langkah berikut :
Pertama buat file isifolder.bat dengan Notepad dan diletakkan di c:\windows, lalu ketikkan :
@echo off
dir %1% /o > c:\windows\isifolder.txt
notepad c:\windows\isifolder.txt
1. Buka registry lalu ke key [HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\Shell
2. Buat key baru dg mengklik kanan pilih New - Key.
3. Pindah ke panel sebelah kanan, klik 2x pada Default.
4. Isi dengan &Lihat Isi Folder
5. Buat key lagi dengan nama command.
6. Pd panel sebelah kanan klik 2x pd Default.
7. Isi dengan c:\windows\isifolder.bat %1
Mulai sekarang untuk melihat dan menyimpan isi dari suatu folder, Anda tinggal mengklik kanan pada folder tersebut.
Mencegah perubahan setting Network

Jika Anda meng-enable setting ini, maka orang lain tidak dapat mengganti setting pada Control Panel - Network.
Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Network
Value Name: NoNetSetup
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)

(Bila belum terdapat key Network, cara membuatnya sama seperti tips setting Display di atas)

Mencegah perubahan setting Printer

Jika Anda meng-enable setting ini, maka orang lain tidak dapat mengganti setting pada Control Panel - Printer.
Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoPrinters
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
Mencegah perubahan setting Password

Jika Anda meng-enable setting ini, maka orang lain tidak dapat mengganti setting pada Control Panel - Password. Dengan kata lain orang lain tidak dapat mengganti password (jika komputer Anda memakai password Windows).
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\System
Value Name: NoSecCPL
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled)
Mencegah perintah Shut Down

Setting berikut akan mencegah seseorang untuk mematikan komputer Anda. Hal ini berguna jika misalnya Anda meninggalkan komputer untuk beberapa saat dan Anda khawatir ada orang lain yang akan men-Shut Down komputer Anda.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoClose
Data Type : DWORD Value
Data: (0 = shutdown enabled, 1 = shutdown disabled)
Menyembunyikan semua item pada desktop

Setting berikut akan menyembunyikan semua item yang terdapat pada desktop Anda.
Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name : NoDesktop
Data Type : DWORD Value
Data : (0 = disabled, 1 = enabled)
Menyembunyikan drive pada My Computer

Anda bisa menyembunyikan drive pada My Computer dengan cara masuk ke :
Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name : NoDrives
Data Type : DWORD Value
Data :
Pada data bisa Anda isi dengan drive yang ingin Anda sembunyikan. Adapun nilainya adalah :
A: 1, B: 2, C: 4, D: 8, E: 16, F: 32, G: 64, H: 128, I: 256, J: 512, K: 1024, L: 2048, M: 4096, N: 8192, O: 16384, P: 32768, Q: 65536, R: 131072, S: 262144, T: 524288, U: 1048576, V: 2097152, W: 4194304, X: 8388608, Y: 16777216, Z: 33554432, ALL: 67108863
Menyembunyikan icon Network Neighborhood

Icon Network Neigborhood akan nampak pada desktop jika Anda menginstall Windows Networking. Jika Anda tidak suka, Anda bisa menyembunyikan icon tersebut.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoNetHood
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled/menyembunyikan icon)
Mendisable MS-DOS Command Prompt

Setting berikut ini akan mencegah "penggunaan" MS-DOS command prompt pada Windows.
Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\WinOldApp
Value Name: Disabled
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disable, 1 = enable/mencegah MS-Dos command prompt)
Mencegah penggantian setting Display Properties

Anda dapat melakukan Setting display dari Control Panel - Display atau melalui klik kanan pada desktop, lalu pilih Properties.
Dengan setting di bawah ini orang lain tidak dapat mengganti setting pada Display tersebut.
Key:
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\System
Value Name: NoDispCPL
Data Type: DWORD Value
Data: (0 = disabled, 1 = enabled/mencegah penggantian)

(Membuat key System : Pada panel sebelah kiri, pilih Policies, klik kanan, New - Key. Beri nama System. Lalu pilih System, klik kanan, New - DWORD Value. Beri nama NoDispCPL. Klik dua kali pada NoDispCPL, ganti angka 0 menjadi 1 untuk mencegah penggantian setting Display Properties.
Menghilangkan panah pada shortcut

Kalau kita membuat shortcut dari suatu aplikasi atau pun directory pasti akan kita lihat sebuah panah kecil. Dari segi penampilan, panah yang menutupi sebagian icon tersebut sangat menjengkelkan. Apalagi jika kita ingin menonjolkan gambar icon tersebut. Untuk itu ada sebuah cara untuk menghapus panah tersebut sehingga penampilan icon kita lebih menarik. Caranya buka registry editor, hapus string value "IsShortcut" yang ada di dalam subkey "lnkfile" dan "piffile" pada key "HKEY_CLASSES_ROOT" dari registry windows anda.
Install font dengan lebih cepat

Untuk menginstall font biasanya kita harus mengikuti langkah yang panjang : Start > Settings > Control Panel > Font. Lalu dari situ Anda harus klik File > Install New Fonts. Cara tersebut tentunya sangat menjengkelkan. Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, yaitu :

Cara pertama :

1. Buka registry editor.
2. Pindah ke key "HKEY_CLASSES_ROOT\TTFFILE\SHELL".
3. Pilihlah perintah "Edit > New > Key" dan berikanlah nama "Install Fonts" pada key yang baru diletakkan tadi.
4. Klik ganda pada bagian jendela kanan pada entry "(Default)".
5. Berikan nilai "Value"-nya "Install Font" dan konfirmasikan perubahan ini dengan mengklik "OK".
6. Tandai sekali lagi subkey "Install Font" dan di dalamnya dengan menggunakan perintah "Edit > New > Key".
7. Buatlah sebuah subkey baru yang dinamakan "command".
8. Klik ganda pada "(Default)", berikan pada "Value"-nya perintah "c:\windows\command\xcopy32.exe %1 c:\windows\fonts".

Sekarang jika Anda mengklik kanan pada file *.ttf akan muncul menu Install Fonts. Jika anda memilih menu ini, maka file font tersebut akan di-copy ke dalam folder Windows anda.
Cara kedua :

1. Buat shortcut yang menunjuk ke directory font pada Windows Anda (C:\Windows\Fonts).
2. Letakkan shortcut tersebut pada directory Send To.
Sekarang untuk menginstall font, klik kanan pada file *.ttf, pilih Send To > Fonts.
Mengganti RegisteredOwner dan Organization

Ketika Anda mengklik kanan My Computer maka Anda akan melihat kalimat Registered to .... Jika Anda keliru menuliskan nama pemilik dan organisasinya, Anda masih bisa untuk menggantinya, yaitu dengan cara masuk ke :
key : HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\
CurrentVersion
lalu ganti nama RegisteredOwner, RegisteredOrganization yang terletak pada panel sebelah kanan. Cara menggantinya yaitu dengan mengklik kanan Value Name tersebut.
Mencegah perintah Shut Down

Setting berikut akan mencegah seseorang untuk mematikan komputer Anda. Hal ini berguna jika misalnya Anda meninggalkan komputer untuk beberapa saat dan Anda khawatir ada orang lain yang akan men-Shut Down komputer Anda.
Key: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
Policies\Explorer
Value Name: NoClose
Data Type : DWORD Value
Data: (0 = shutdown enabled, 1 = shutdown disabled)
Mengganti icon recycle bin

Bila Anda ingin mengganti icon recycle bin pada Windows Anda, buka registry editor dan cari :
Key: HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}\DefaultIcon
Value Name: (Default), Empty, dan Full
Data Type: String Value
Data: Path yang menunjukkan letak icon
Menyembunyikan semua item pada desktop

Setting berikut akan menyembunyikan semua item yang terdapat pada desktop Anda.

Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer
Value Name : NoDesktop
Data Type : DWORD Value
Data : (0 = disabled, 1 = enabled)
Mencegah akses ke Control Panel > Passwords

Kalau Anda pengen mengamankan komputer Anda, mencegah seseorang mengganti password Windows Anda, gunakan tips berikut ini.

Key : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
Value Name : NoSecCPL
Data Type : DWORD Value
Data : (0 = disabled, 1 = enabled)

Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Menampilkan log on message
Kalau komputer Anda termasuk komputer publik, maksudnya komputer yang biasa dipake beramai-ramai, Anda dapat menambahkan log on message. Sehingga setiap pemakai komputer akan melihat message atau tulisan tersebut, yang berisi misalnya peringatan atau yang lainnya.
Caranya cukup mudah, pertama masuk ke registry editor lalu cari key di bawah ini :
Key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Winlogon
Value Name - LegalNoticeCaption (untuk captionnya)
- LegalNoticeText (untuk isinya)
Data Type String Value
Data Isi dengan text yang Anda inginkan


Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Mempercepat akses defrag dan scandisk

Untuk mempertahankan supaya kinerja Windows tetep OK, tentunya kita harus merawatnya dengan baik. Salah satu yang harus Anda lakukan adalah defragment dan scandisk.
Tips berikut ini akan menambahkan context menu pada drive. Jadi saat Anda membuka windows explorer dan mengklik kanan pada drive maka akan muncul menu "Defrag drive ini" dan "Scandisk drive ini".
1. Cari key HKEY_CLASSES_ROOT\Drive\Shell.
2. Buat key baru, beri nama Defrag.
3. Pd panel sebelah kanan, pada bagian (default) isi dengan "&Defragment Drive Ini" (ketik tanpa tanda petik).
4. Buat subkey baru "di bawah" Defrag, dan beri nama dengan Command.
5. Pd panel sebelah kanan, pada bagian (default) isi dengan "defrag.exe "%1" /noprompt" (ketik tanpa tanda petik).
Untuk membuat context menu Scandisk caranya seperti di atas, Anda hanya perlu mengganti tiga kata yang berwarna biru di atas dengan Scandisk, &Scandisk Drive Ini, dan scandskw.exe /n.

Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Mengganti info tips pada icon desktop

Info tips adalah tulisan yang muncul saat pointer mouse diletakkan di atas icon, fungsinya adalah untuk memberi keterangan tambahan. Anda bisa mengganti info tips pada icon My Documents, Recycle Bin, dan My Computer yang terletak pada desktop.
Untuk menggantinya, cari tulisan info tips yang ada pada panel sebelah kanan dari key berikut ini :
My Computer
HKey_Classes_Root\CLSID\{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}
My Documents
HKey_Classes_Root\CLSID\{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}
Recycle Bin
HKey_Classes_Root\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}

Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Meng-"indonesia"-kan beberapa setting Windows*
Pernah membayangkan punya Windows berbahasa Indonesia ? Kalau pernah, lupakan aja karena tidak akan pernah ada MS Windows berbahasa Indonesia. Tapi kalau yang Anda inginkan adalah tulisan berbahasa Indonesia pada beberapa setting Windows, Anda bisa melakukannya.
Coba buka Windows Explorer. Dari menu View, pilih Folder Options. Pindah ke tab View. Akan muncul tampilan seperti gambar di atas.
Perhatikan bahwa semua setting tersebut menggunakan bahasa Inggris, misalnya Allow all uppercase names, hide file extensions for known file types, dan lain-lain. Untuk mengganti tulisan tersebut menjadi teks berbahasa Indonesia caranya adalah sebagai berikut :
1. Dari Start Menu, pilih Run.
2. Ketikkan regedit, klik OK.
3. Pindah ke key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\Advanced\Folder.
4. Back up file registry tersebut, supaya kalau ada kesalahan Anda masih mengembalikan seperti keadaan semula.
5. Cari string "Text" (tanpa tanda petik) yang terletak pada panel sebelah kanan untuk masing-masing subkey. Lalu ganti isinya (atau Data-nya).

Kalau masih bingung, di bawah ini kami berikan contoh lengkapnya :
Di bawah key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\
explorer\Advanced\Folder terdapat beberapa subkey, diantaranya adalah ClassicViewState, DontPrettyPath, Hidden, HideFileExt, dan seterusnya.
Sekarang pindah ke subkey HideFileExt. Perhatikan pada panel di sebelah kanan, terdapat Name=Text dan Data=Hide file extensions for known file types. Untuk mengganti menjadi bahasa Indonesia klik dua kali pada tulisan Text. Isikan dengan (misalnya) "Sembunyikan ekstensi file untuk type file yang diketahui" (tanpa tanda petik).
Untuk setting yang lainnya caranya sama dengan di atas. Pertama pindah ke salah satu subkey. Klik dua kali pada Text dan ganti tulisan berbahasa Inggris tersebut dengan tulisan Anda. Selamat mencoba !!
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
* Tips ini telah kami coba pada Windows 98 dan berhasil (tidak terjadi error). Untuk Windows 95 kemungkinan juga berhasil dengan syarat IE-nya telah diupgrade ke versi 4/5. Dan karena keterbatasan fasilitas :), tips ini belum dicoba pada Windows 2000 dan Win NT. Penulis tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan yang diakibatkan dari percobaan tips di atas.
Mengganti icon drive A
Bosan dengan icon drive A yang itu-itu saja ? Ganti aja, caranya cukup mudah kok. Anda tinggal masukk ke registry editor lalu cari key di bawah ini.
Key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\Shell Icons
Value Name 6
Data Type String Value
Data Isi dengan letak icon Anda

Setelah melakukan restart maka saat Anda membuka Windows Explorer atau My Computer, icon drive A telah berubah.
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Tips yg mirip :
• Mengganti icon document
• Mengganti icon drive
Menambahkan shortcut pd Recycle Bin
Selama ini mungkin Anda mengklik icon recycle bin hanya saat Anda ingin mengosongkan recycle bin. Padahal kalau mau kreatif sedikit, Anda bisa menambahkan shortcut (baca : menu) pada recycle bin tersebut. Untuk itu ikuti tips berikut ini :
1. Pertama cari key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}. Biar lebih mudah gunakan fasilitas Find dengan menekan Ctrl + F. Lalu pada bagian "Find What" isi dengan {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}.
2. Di bawah key tersebut ada beberapa subkey seperti DefaultIcon, InProcServer32, Shell, dan lain-lain. Sekarang klik pada subkey Shell, lalu klik kanan, pilih New - Key. Isi dengan nama program yang akan Anda jalankan. Misalnya X Fly. Tulisan ini adalah teks yang akan muncul saat Anda melakukan klik kanan pada icon recycle bin.


3. Di bawah subkey yang baru saja Anda buat, buat lagi sebuah subkey baru bernama Command. Pindah ke panel sebelah kanan.
4. Klik 2x kali pada (Default). Akan muncul kotak dialog baru. Pada bagian Value data isi dengan letak program yang akan dijalankan. Misalnya "C:\Program Files\Lutfian Software\X Fly Limited Edition\xfly.exe".
5. Anda bisa membuat lebih dari satu shortcut. Untuk itu Anda cukup mengulang langkah 2-5.
6. Sekarang saat Anda melakukan klik kanan pada icon Recycle Bin, menu X Fly akan muncul.


7. Selamat mencoba.
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Tips yg hampir sama :
Memodifikasi context menu pada recycle bin
Mengganti icon pada start menu
Icon pada Start Menu yang itu-itu saja tentunya bikin kita cepat bosan. Walaupun Microsoft tidak pernah merelease tips & triknya, Anda bisa mengganti icon yang ada pada Start Menu tersebut. Untuk itu ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Pertama cari key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\Shell Icons\.
2. Pada panel sebelah kanan, buat string value baru. Caranya klik kanan, lalu pilih New - String Value. Beri nama string value tersebut sesuai dengan icon yang akan Anda ganti seperti tercantum pada tabel di bawah ini.
3. Klik 2x pada string baru tersebut dan isi dengan path atau letak icon yang akan Anda gunakan. Misalnya icon Anda terletak di C:\My Documents maka isi dengan "C:\My Documents\icon1.ico".

Nama String Value Keterangan
19 Programs
43 Favorites
20 Documents
21 Settings
22 Find
23 Help
24 Run
44 Log Off
27 Shutdown

4.



Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Memperkecil icon toolbar Windows Explorer
Icon pada toolbar digunakan untuk mempercepat pemanggilan perintah pada suatu aplikasi. Dengan adanya icon pada toolbar ini Anda tidak perlu lagi menjelajahi pada menu yang ada, cukup mengklik pada icon. Windows Explorer seperti yang Anda ketahui mempunyai ukuran icon yang hmm... lumayan besar. Ini tentunya akan memperkecil "bidang kerja" Anda. Nggak enak khan ?
Nah, kalau Anda mau sedikit kreatif, sebenarnya icon tersebut bisa diperkecil. Caranya dengan masuk ke registry editor dan cari key di bawah ini :
Key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\SmallIcons
Value Name SmallIcons
Data Type String Value
Data yes
Bagi Anda yang tidak mau bersusah-susah dengan registry, kami telah menyediakan file *.reg untuk Anda. Yang perlu Anda lakukan hanya "mengeksekusi" file tersebut dengan cara mengklik kanan pada file *.reg dan pilih merge.
File icon_toolbar_kecil.reg digunakan untuk memperkecil icon, sedangkan file icon_toolbar_besar.reg digunakan untuk memperbesar icon.
Kedua file tersebut dapat dapat di download di sini. Jangan lupa untuk mengekstraknya !
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Membuat shortcut yang tidak mudah dihapus
Kalau Anda memperhatikan, pada Desktop komputer Anda pasti terdapat beberapa shortcut yang tidak dapat dihapus. Misalnya shortcut My Documents dan Network Neighborhood. Anda pengen mempunyai shortcut seperti itu ? Caranya cukup mudah walaupun cukup panjang, seperti yang bisa Anda ikuti di bawah ini:
1. Tentukan dahulu folder yang akan dibuatkan shortcut. Dalam contoh ini folder tersebut terletak di D:\Delphi
2. Masuk ke key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID. Klik kanan pada key tersebut, pilih New - Key.
3. Beri nama key tersebut dengan {123456789-ABCD-ABCD-ABCD-123456789ABC} atau nama lain yang Anda inginkan. Yang harus diperhatikan adalah key tersebut belum ada pada HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID dan mengikuti "kaidah" 8-4-4-4-12. Pindah ke panel sebelah kanan dan klik 2x pada Default. Isi dengan nama untuk shortcut yang akan Anda buat. Dalam contoh di bawah ini, nama shortcutnya adalah My Delphi.


4. Klik kanan pada key baru saja dibuat, dan pilih New - Key. Beri nama dengan DefaultIcon.
5. Pindah ke panel sebelah kanan, klik dua kali pada tulisan Default. Isi dengan letak icon yang akan digunakan. Dalam contoh ini icon terletak di C:\CHIP\Icon\Skulls\OneEye.ico


6. Klik kanan pada key, pilih New - Key. Beri nama dengan Shell. Di bawah key Shell buat lagi key Buka. Bikin key lagi bernama Command di bawah Buka.


7. Pindah ke panel sebelah kanan, klik 2x pada tulisan Default. Isi dengan tulisan seperti di bawah ini. Tapi ganti tulisan D:\Delphi dengan letak folder Anda.


8. Klik kanan pada key {12345678-ABCD-ABCD-ABCD-123456789ABC} atau key seperti yang Anda buat pada langkah 3 di atas, dan pilih New - Key. Beri nama key tersebut dengan ShellFolder.
9. Pindah ke panel sebelah kanan. Klik kanan dan pilih New - Binary Value. Isi dengan Attributes. Klik 2x pada Attributes.



10 Pindah ke key HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\explorer\Desktop\NameSpaces. Klik kanan pada NameSpaces, pilih New - Key. Isi dengan key yang Anda buat pertama tadi. Dalam contoh ini adalah {12345678-ABCD-ABCD-ABCD-123456789ABC}.


11 Jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas dengan benar maka akan muncul tampilan di Desktop seperti gambar di bawah ini. Tentunya gambar icon dan nama Foldernya akan berbeda dengan milik Anda.


Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
« sebelumnya
selanjutnya

Menutup program secara otomatis
Apa yang Anda lakukan saat aplikasi yang Anda jalankan mengalami masalah (not responding) ? Pasti Anda akan segera menekan tombol Ctrl + Alt + Del yang dilanjutkan dengan memilih End Task untuk menutup program tersebut.
Padahal jika Anda mau sedikit "repot" Anda dapat mengatur supaya saat ada aplikasi yang "not responding" maka akan menutup secara otomatis. Untuk itu Anda dapat membuka registry dan menambahkan key di bawah ini:
Key HKEY_USERS\Default\ControlPanel\Desktop
Value Name AutoEndtasks
Data Type String Value
Data 1

Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Mendisable Control Panel, Printers dan Recycle Bin
Untuk alasan tertentu -- misalnya keamanan -- mungkin Anda ingin mencegah orang lain mengakses menu Control Panel, Printers dan Recycle Bin. Untuk melakukan itu Anda dapat mengubah seting registry seperti yang tercantum pada tabel di bawah.
Setelah Anda mengubah seting registry maka saat menu Settings - Printers (atau menu lainnya yang telah di-disable) diklik tidak akan muncul tampilan apa-apa.
Disable menu Settings - Printers atau My Computer - Printers
Key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{2227A280-3AEA-1069-A2DE-08002B30309D}\InProcServer32
Value Name (Default)
Data Type String Value
Data shell32.dll diubah menjadi nama lain misalnya shell32.dll--

Disable menu Settings - Control Panel
Key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}\InProcServer32
Value Name (Default)
Data Type String Value
Data shell32.dll diubah menjadi nama lain misalnya shell32.dll--

Disable Recycle Bin
Key HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}\InProcServer32
Value Name (Default)
Data Type String Value
Data shell32.dll diubah menjadi nama lain misalnya shell32.dll--

Untuk mengembalikan menu-menu tersebut Anda tinggal mengubah Data menjadi seperti semula (shell32.dll).
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Disable registry editor
(Pengirim : Uzi)
Anda pernah berpikir untuk mendisable regedit ? Hal ini sangat berguna untuk mencegah orang lain mengubah setting registry komputer anda !!! Untuk melakukan itu Anda dapat mengubah seting registry seperti yang tercantum pada tabel di bawah.
Key HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\
CurrentVersion\Policies\System
Value Name DisableRegistryTools
Data Type REG_DWORD (DWORD Value)
Data (0 = enable regedit, 1 = disable regedit)
Jika Anda mengubah setting dengan benar maka saat program regedit dipanggil akan muncul pesan kesalahan seperti gambar di bawah ini:

Pasti anda bertanya, bagaimana cara mengembalikannya seperti semula? Caranya gampang, ikuti langkah-langkah di bawah ini :
1. Dengan menggunakan Notepad, buatlah sebuah file baru. Ketikkan isi seperti di bawah ini:
REGEDIT4

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System] "DisableRegistryTools"=dword:00000000
2. Simpan dengan sembarang nama file, tapi dengan ekstensi reg, misalnya enable_regedit.reg.
3. Setelah itu klik 2x file tersebut untuk meng-enable registry editor.
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi.
Menyembunyikan user account pada Windows XP
Saat Anda mulai memakai komputer maka akan muncul welcome screen dan akan tampil semua user account pada komputer tersebut. Dengan tips di bawah ini Anda dapat menyembunyikan user account yang Anda inginkan.
Key HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\SpecialAccounts\UserList
Value Name (nama user account yang akan disembunyikan)
Data Type REG_DWORD (DWORD Value)
Data 0 untuk menyembunyikan dan 1 untuk menampilkan kembali.
Walaupun user account tersebut tidak kelihatan pada welcome screen, tetapi Anda tetap dapat login dengan user account tersebut, caranya dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del dua kali.
Mendisable System Properties
Saat Anda mengklik kanan My Computer pada desktop maka akan tampil System Properties.
Anda dapat mendisable-nya dengan tips berikut:.
Key HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Value Name NoPropertiesMyComputer
Data Type REG_DWORD (DWORD Value)
Data 0 untuk enable dan 1 untuk disable.
Walaupun user account tersebut tidak kelihatan pada welcome screen, tetapi Anda tetap dapat login dengan user account tersebut, caranya dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del dua kali.
Shortcut
Shortcut untuk Shutdown

Untuk mempercepat shutdown Anda bisa membuat shortcut pada desktop. Caranya :
1. Klik kanan area kosong pada desktop lalu pilih New - Shortcut.
2. Pada command line ketikkan c:\windows\rundll32.exe user, exitwindows.
3. Klik next dan beri nama shortcut tersebut.
4. Terakhir klik Finish.
Shortcut untuk Restart

Untuk mempercepat restart Anda bisa membuat shortcut pada desktop.
Cara 1 :
1. Klik kanan area kosong pada desktop, pilih New - Shortcut.
2. Pada command line ketikkan C:\WINDOWS\RUNDLL.EXE user.exe,exitwindowsexec.
3. Klik next dan beri nama shortcut tersebut.
4. Terakhir klik Finish.
Cara 2 :
1. Jalankan Notepad.
2. Ketikkan @exit.
3. Simpan dengan nama restart.bat di C:\
4. Jalankan windows explorer, klik kanan dan seret file tersebut ke desktop.
5. Pada menu yang muncul pilih Create Shortcut(s) Here.
6. Klik kanan shortcut tersebut, pilih Properties.
7. Pindah ke tab Programs, beri tanda check pada Close on Exit.
8. Klik tombol Advanced.
9. Tandai pilhan MS-DOS Mode, serta hapus pilihan Warn before entering MS-DOS mode.
10. Klik OK, dan OK lagi untuk menutup kotak dialog Properties.
Shortcut untuk Log Off

Untuk mempercepat log off Anda bisa membuat shortcut pada desktop. Caranya :
1. Klik kanan area kosong pada desktop lalu pilih New - Shortcut.
2. Pada command line ketikkan C:\WINDOWS\RUNDLL.EXE shell32.dll,SHExitWindowsEx 0
3. Klik next dan beri nama shortcut tersebut.
4. Terakhir klik Finish.
Mengganti assosiasi file dengan cepat

Untuk mengganti assosiasi file (program yang digunakan untuk membuka file) Anda tidak perlu masuk ke registry. Cara yang mudah adalah pilih file yang ingin dirubah. Tekan tombol Shift dan klik kanan pada file tersebut sehingga muncul menu Open with. Klik pada menu tersebut dan pilih program yang akan digunakan untuk membuka tipe file tersebut. Beri tanda check pada "Always use this program to open this type of file". Terakhir klik OK.
Berbagai pilihan untuk setup windows 95

Dari prompt DOS
/is - Mengabaikan pengecekan system
/id - mengabaiakn pengecekan terhadap kapasitas yang tersisa pada hard disk
/iq - Mengabaikan scandisk
/in - Melakukan setup tanpa Network Setup Module
/iw - Melewatkan berbagai peringatan dari Microsoft (seperti peringatan, dll)
Mengatasi komputer hang

Komputer Anda mengalami hang ? Tekan tombol [Ctrl]+[Alt]+[Del] . Klik pada program yang mengalami masalah (ditandai dengan tulisan not responding). Tekan tombol End Task. Kalau ketiga tombol tersebut tidak berfungsi tekan [Ctrl]+[Esc] untuk memunculkan menu Start. Setelah itu Anda bisa men-shut down komputer Anda.
Mengganti warna Blue Screen of Death

Anda yang sudah akrab dengan Windows pasti pernah mengalami hal ini : layar tiba-tiba berwarna biru, tulisan putih dan komputer hang. Nah, Anda bisa mengganti warna tersebut dengan warna kesukaan Anda. Caranya, klik Start - Run, tuliskan sysedit. Pilih system.ini. Lalu cari yang ada tulisan [386Enh], dan tuliskan di bawahnya :
MessageTextColor= 8
MessageBackColor= 4
Ganti angka 8 dan 4 dengan warna kesukaan Anda (Black=0 Blue=1 Green=2 Cyan=3 Red=4 Magenta=5 Brown=6 White=7 Gray=8 Bright Blue=9 Bright Green=A Bright Cyan=B Bright Red=C Pink=D Yellow=E Bright White=F)
Mengganti icon drive
Bosan dengan icon drive yang monoton ? Ganti aja ! Caranya :
1. Jalankan Notepad.
2. Ketik :
[AutoRun]
Icon=C:\Icon\iconsatu.ico
(asumsi : terdapat file iconsatu.ico pada directory Icon. Anda bisa mengganti dengan letak file icon Anda)
3.Simpan dengan nama autorun.inf dan letakkan pada root directory drive C.
Bila ingin mengganti icon drive lainnya, tinggal ganti huruf C dengan huruf drive yang akan diganti.

Meningkatkan performa komputer Anda

Klik kanan My Computer, pilih Properties. Pada tab Performance pilih Virtual Memory. Pilih Let me specify my own virtual memory setting. Pada bagian Minimum dan Maximum, isi dengan 2 atau 3 kali RAM Anda. Jadi jika Anda punya RAM 32 Mb, isi dengan 64 Mb.
Mengganti logo startup
1. Pada saat start, maka Windows akan memanggil file logo.sys yang terletak di directory utama (C:\). File logo.sys merupakan hidden file, jadi untuk melihatnya buka Windows Explorer, klik View - Folder Option. Pidah ke tab View, beri tanda check pada Show All Files. Klik OK. Lalu dengan Windows Explorer, klik kanan pada file logo.sys, pilih properties dan hilangkan semua tanda check.
2. Buat backup file/cadangan jika perlu.
3. Pindah ke DOS prompt. Pindah ke directory utama (c:\). Ketikkan "ren logo.sys logo.bmp" (tanpa tanda petik).
4. Buka file logo.bmp tersebut dengan editor image favorit Anda (Paint, PhotoShop, PhotoPaint, dll).
5. Edit gambar seperlunya dan simpan kembali sebagai file logo.bmp.
6. Kembali ke DOS prompt, ganti nama logo.bmp dengan logo.sys dengan mengetikkan ren logo.bmp logo.sys.
7. Restart Windows.
Apabila Anda ingin mengganti dengan gambar yang lain, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Gambar yang akan digunakan sebagai ganti mempunyai warna sebanyak 256.
2. Ukuran file kurang lebih 127 kb.
3. Besar/ukuran gambar 320 x 400 pixels
4. Ekstensi harus .sys.
Mengganti logo Shut Down
Pada saat shutdown, file yang dijalankan adalah logow.sys (please white while.....) dan logos.sys (it's now save to ......). Kedua hidden file tersebut terletak di directory windows (biasanya C:\Windows). Untuk mengganti kedua gambar tersebut caranya seperti di atas. Kalau Anda tidak mau repot-repot mengedit file, Anda bisa menggunakan software (salah satunya) Win Logo Changer untuk mengganti layar start up dan shut down tersebut.
Meng-extract file .CAB pada Win 95

Untuk mengexract file .CAB Anda bisa menggunakan perintah EXTRACT.EXE yang terdapat pada direktori C:\Windows\Command. Perintah extract yang lebih komplit bisa Anda dapatkan dengan mengetikkan extract /? pada ms-dos prompt. Extract file ini berguna bila file system Anda ada yang corrupt/rusak.
Menghapus file TEMP

Tambahkan baris berikut pada file autoexec.bat Anda :

if not exist %TEMP%\*.TMP goto EndTMP
atrrib %TEMP%\*.TMP -r -a -s -h
del %TEMP%\*.TMP
:EndTMP
Maka mulai sekarang tiap kali komputer Anda di-booting, secara otomatis akan menghapus file-file *.TMP.
Shortcut ke pengaturan system

Biasanya anda harus mengklik kanan desktop lalus Properties untuk mengatur tampilan desktop Windows 95. Sebenarnya ada cara yang lebih cepat yaitu dengan menggunakan shortcut. Caranya :
1. Klik kanan pada desktop, pilih New - Shortcut.
2. Pada command line, ketikkan C:\WINDOWS\CONTROL.EXE Sysdm.cpl, System,1
3. Klik next dan beri nama shortcut tersebut.
4. Terakhir klik Finish.
Memodifikasi context menu pada Recycle Bin
Key : HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}\ShellFolder
Value Name : Attributes
Data Type : Binary Value

Setelah itu ganti nilai pada Attributes sesuai dengan context menu yang akan ditambahkan. Misalnya ingin menambahkan menu Rename. Maka ganti nilai pada Attributes dengan 50 01 00 20.
Context Menu Nilai
Rename 50 01 00 20
Delete 60 01 00 20
Rename & Delete 70,01,00,20
Copy 41 01 00 20
Cut 42 01 00 20
Copy & Cut 43 01 00 20
Paste 44 01 00 20
Copy & Paste 45 01 00 20
Cut & Paste 46 01 00 20
Cut, Copy & Paste 47 01 00 20

Membuat shortcut ke berbagai folder system
Folder system yang dimaksud di sini adalah folder Printers, Control Panel, My Computer, dll. Nah, kalau Anda sering mengakses folder-folder tersebut alangkah lebih baiknya kalau Anda membuat shortcutnya yang bisa Anda letakkan pada Desktop atau pun pada Start Menu. Contohnya untuk membuat shortcut Control Panel pada Desktop :
1. Klik kanan pada Desktop.
2. Pilih New - Folder.
3. Beri nama folder tersebut dengan Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}.

Anda bisa mengganti nama folder tersebut sesuai dengan shortcut yang ingin Anda buat. Lihat tabel di bawah ini :
Folder Nama
Dial Up Networking Dial-Up Networking.{992CFFA0-F557-101A-88EC-00DD010CCC48}
Printers Printers.{2227A280-3AEA-1069-A2DE-08002B30309D}
Control Panel Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}
My Computer My Computer.{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}
Network Neighborhood Network Neighborhood.{208D2C60-3AEA-1069-A2D7-08002B30309D}
Recycle Bin Recycle Bin.{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Inbox InBox.{00020D75-0000-0000-C000-000000000046}

Menjebol password BIOS
Password BIOS memang sangat berguna untuk melindungi komputer Anda supaya tidak ada orang lain yang dapat mengganti konfigurasi komputer Anda. Tapi password tersebut bisa menjadi malapetaka jika Anda lupa. Nah, jika Anda lupa password BIOS Anda, di bawah ini kami tampilkan default password yang aslinya memang disediakan oleh pembuatnya untuk mengantisipasi kejadian password yang terlupakan. Yang perlu Anda lakukan adalah mencoba satu per satu password tersebut sampai Anda menemukannya :-)
AWARD BIOS
01322222, 589589, 589721, 595595, 598598, AWARD SW, AWARD_SW, Award SW, AWARD PW, _award, awkward, J64, j256, j262, j332, j322, HLT, SER, SKY_FOX, aLLy, aLLY, Condo, CONCAT, TTPTHA, aPAf, HLT, KDD, ZBAAACA, ZAAADA, ZJAAADC, djonet, %øåñòü ïpîáåëîâ%, %äåâÿòü ïpîáåëîâ%
AMI BIOS
AMI, A.M.I., AMI SW, AMI_SW, BIOS, PASSWORD, HEWITT RAND, Oder
PHOENIX
BIOS, CMOS, phoenix, PHOENIX
Password lainnya yang bisa Anda cob
LKWPETER, lkwpeter, BIOSTAR, biostar, BIOSSTAR, biosstar, ALFAROME, Syxz, Wodj
Sumber : www.elfqrin.com
Menyembunyikan icon pada Control Panel
Pada bagian Control Panel kita dapat menjumpai berbagai applet yang dapat kita gunakan untuk membenahi berbagai setting pada Windows, mulai dari setting Display Properties, System Properties sampai mouse dan keyboard. Sayangnya kemudahan dalam melakukan setting tersebut membuat orang sering iseng-iseng mengganti settingnya. Ini tentu bukan hal yang menyenangkan.
Sebenarnya hal tersebut dapat dicegah dengan mudah, yaitu dengan menyembunyikan icon / applet pada control panel. Ada pun caranya adalah sebagai berikut :
Dari menu Start, pilih Run.
1. Ketikkan control.ini dan klik OK atau cukup tekan Enter.
2. Tambahkan baris di bawah [don't load].
Misalnya ingin menyembunyikan icon password, maka tambahkan password.cpl=no. netcpl.cpl=no untuk menyembunyikan icon Network. Daftar lebih lengkap bisa Anda lihat pada tabel di bawah.
3. Jika sudah selesai, simpan file control.ini tersebut dan restart komputer Anda untuk melihat perubahannya.
Nama File Nama Applet pd Control Panel
Appwiz.cpl=no Add/Remove Programs
Desk.cpl=no Display
Joy.cpl=no Game Controllers
Modem.cpl=no Modem
Mmsys.cpl=no Multimedia and Sounds
Main.cpl=no Keyboard, Mouse, Fonts, danPrinters
Netcpl.cpl=no Network
Odbccp32.cpl=no ODBC Data Sources
Password.cpl=no Add/Remove Programs
Sysdm.cpl=no Add New Hardware and System
Timedate.cpl=no Date/Time

Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan TweakUI. Caranya setelah Anda menjalankan TweakUI, pindah ke tab Control Panel. Hilangkan tanda check yang terdapat pada list box dan tekan Apply.
Masih bingung dengan tips di atas ? Kirim pertanyaan ke Forum Diskusi atau help@klik-kanan.com.
Mengatasi masalah
Komputer hang bila menjalankan Delphi
Pada komputer yang menggunakan chip set S3 tertentu, seperti S3 Virge 3D/325, S3 Virge 3D/375, S3 Virge/GX, S3 Virge/DX, S3 Trio64V2- S3 Trio32 maka akan mengalami masalah bila menjalankan program Delphi, yaitu komputer menjadi hang pada saat splash screen Delphi muncul, dan proses hanya dapat direset dengan menekan tombol reset pada CPU. Masalah ini terjadi pada Delphi 3 sampai Delphi 5.
Penyebab :
Masalah ini timbul karena interaksi antara Delphi, Windows, dan driver dari video card tersebut; khususnya dalam penanganan ImageList.Delphi 3 dan Delphi 4 pada saat loading akan meng-construct suatu ImageList yang berukuran cukup besar (180+ image) untuk menampung icon/glyph pada component palette atau yang digunakan Delphi sendiri secara internal. Beberapa driver video card (terutama pada driver S3 chip yang disebutkan di atas) mempunyai bug dalam penanganan ImageList APIini. Ketika imagelist tersebut di-build dalam memory, karena ukurannya yang cukup besar, driver akan mencoba 'swapping' ke main RAM; hanya karena implementasinya masih kurang sempurna, proses ini akan menyebabkan windows menjadi 'hang'.
Solusi :
1. Anda bisa mencoba menjalankan delphi dengan command line switch "-ns" (i.e. : Delphi32.exe -ns) dari run-dialog atau modifikasi shortcut Delphi anda. Option ini akan menyebabkan delphi TIDAK menampilkan/loading splash screen yang biasa ditampilkan (logo + gambar venus) untuk menghemat memory.
2. Bila anda menggunakan Delphi 4, silakan apply Service Pack #2 yang bisa di-download dari website-nya Inprise. Delphi 4.02 akan mencoba mengatasi masalah ini dengan meng-construct imagelist tersebut secara manual di main RAM.
3. Edit file SYSTEM.INI anda, tambahkan "BusThrottle=1" di section [DISPLAY]; Lalu boot ulang system anda.
4. Salah satu cara yang hampir pasti berhasil adalah dengan mengurangi Hardware Acceleration settings untuk video card anda. Hal ini bisa di-set dari "Klik_Kanan_di_Desktop->Properties->Settings->Advanced->Performance" atau "Klik_Kanan_di_My_Computer->Properties->Performance->Graphics". Geserlah slider ke Settings "Basic" atau "None".
5. Cobalah beberapa jenis driver yang berbeda, karena biasanya untuk setiap chip ada beberapa versi driver. Driver terbaru bisa di download dari vendor anda atau di www.s3.com.
Sumber : internet
FAQ, Mengatasi masalah pada RAM
Q : Mengapa Windows mendeteksi RAM yang lebih sedikit dari yang sesungguhnya ?
A : Ada banyak hal yang menyebabkan, diantaranya adalah :
1. "Kerusakan" fisik". Untuk mengatasinya Anda harus memeriksa kondisi fisik RAM tersebut. Buka casing komputer Anda, lalu cabut RAM tersebut. Bersihkan apabila RAM dan socketnya kotor. Periksa juga apakah ada karat. Anda juga harus memastikan bahwa RAM tersebut dari bahan yang sama (keemasan atau keperakan). Jika berbeda, sebaiknya Anda mengganti RAM tersebut.
2. ROM Shadowing Pada beberapa BIOS dan driver 16 bit, kadang-kadang memakai sebagian (baca : sedikit) RAM sebelum Windows dijalankan. Beberapa BIOS juga terdapat feature ROM shadowing yang akan mengcopy isi dari system dan video BIOS ROM ke RAM guna meningkatkan performa komputer (Pada DOS dan Windows 3.1 ). Hal ini karena kecepatan ROM lebih rendah dari RAM. Tetapi jika Anda memakai Windows 95/98/NT dengan memori yang minim sebaiknya feature ROM shadowing dimatikan saja (dari CMOS setup), karena Windows 95/98/NT jarang sekali mengakses ROM sehingga RAM tersebut dapat digunakan oleh Windows.
3. Penggunaan VGA card on board. Jika misalnya Anda memiliki RAM 32 Mb dan VGA card 2 Mb, maka RAM yang dapat digunakan hanya sebesar 30 Mb (32 Mb - 2 Mb). Jadi sebaiknya jangan memakai VGA card on board.
4. Terdapat driver atau program yang dijalankan dari config.sys atau autoexec.bat yang bekerja menggunakan RAM. Solusinya : Edit file autoexec.bat dan config.sys dengan menggunakan Notepad. Lalu editlah pada baris yang "mencurigakan" atau yang kira-kira digunakan untuk me-load program. Bila ketemu tambahkan kata REM (tetapi bila Anda menambahkan kata REM maka program tersebut tidak akan di-load/dijalankan). Bila Anda memakai driver CD-ROM 4x dari Teac, ubahlah parameter xmssize= -1 pada autoexec.bat menjadi xmssize=0.
5. Virtual device driver dijalankan dari system.ini. Untuk mengatasinya buka system ini dengan cara klik Start - Run - ketikkan sysedit. Pilih system.ini. Lalu editlah pada baris yang kira-kira digunakan untuk meload virtual device driver. Alternatif lainnya adalah dengan membuat file system.ini yang baru.
6. Terdapat baris Maxphyspage pada file system.ini Silakan lihat pada file system.ini, apakah terdapat baris Maxphyspage atau tidak. Jika ya, hapus baris tersebut.
7. Kesalahan pada CMOS setting. Pada beberapa komputer terdapat feature Memory Hole at 16 Mb atau Hold to 15 Mb RAM. Jika feature tersebut di enable maka jika Anda memiliki RAM yang lebih besar dari 15 Mb atau 16 Mb, Windows tetap akan mendeteksi sebesar 15 Mb atau 16 Mb. Untuk mengatasi hal ini, silakan di disable feature tersebut.
8. Meload Ramdrive.sys dari config.sys Check your Config.sys file for a line containing "Ramdrive.sys." If you have this line, it means you are using a RAM drive. To disable the RAM drive, remove or disable the line in the Config.sys file that contains "ramdrive.sys." To disable the line, use a text editor (such as Notepad) to edit the Config.sys file and place a semicolon (;) at the beginning of the line. Buka file config.sys dengan Notepad. Cek pada file tersebut, apakah terdapat baris ramdrive.sys. Jika ya, hapus baris tersebut
FAQ, Mengatasi masalah pada RAM
Q : Setelah menambah RAM, mengapa RAM yang terdeteksi masih sama ?
A : Setelah Anda menginstall RAM, Anda harus melakukan Setup BIOS ulang. Caranya, pada saat pertama kali menghidupkan komputer sampai muncul logo BIOS, tekan Del (untuk beberapa komputer mungkin Ctrl+Alt+Del atau kombinasi key yang lain). Setelah selesai, pilih Save Setting and Exit. Sebagai tambahan informasi untuk setting tersebut, Anda bisa membaca pada manul booknya.
Q : Mengapa terjadi error setelah saya menginstall RAM baru ?
A : Anda bisa melihat pada manual booknya. Untuk beberapa BIOS : Jika Anda menginstall (misalnya) 2-4 Mb SIMMS dan 2-8 Mb SIMMS, Anda harus meletakkan RAM yang lebih besar pada Bank 1.
Q : Setelah saya menginstall RAM baru, mengapa sering terjadi Blue Screen ?
A : Pada komputer yang menggunakan bus 66 MHz (Pentium 133 atau yang lebih tinggi), dibutuhkan RAM dengan kecepatan 60 ns atau yang lebih tinggi. Anda bisa saja menggunakan RAM dengan kecepatan yang lebih kecil dari 60 ns tapi Anda harus mengubah setting Wait State pada BIOS. Ubahlah setting tersebut dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).
Q :Mengapa muncul tulisan Parity Check Error ?
A : Tulisan parity check error dapat muncul jika terdapat kerusakan pada salah satu RAM, salah satu proses DMA tidak berjalan dengan lancar, atau karena terdapat virus parity boot pada hard disk Anda.
Mengatasi masalah pada booting Windows

Banyak masalah yang terjadi pada waktu booting. Untuk mengatasinya Anda perlu tahu apakah masalah itu terjadi sebelum komputer menampilkan Windows splash screen. Bila ya kemungkinan besar terjadi masalah pada hardware atau BIOS.
Bila windows tidak menampilkan desktop screen

Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti ini. Kompoter Anda sudah menampilkan splash screen tapi ditunggu sampai lama windows tidak juga menampilkan desktop screen. Untuk mengatasinya Anda perlu booting pada Safe Mode. Caranya, pada saat komputer selesai melakukan "proses" BIOS tekanlah tombol [Ctrl] sampai muncul berbagai menu pilihan. Setelah itu pilihlah Safe Mode. Jika Anda termasuk beruntung maka Anda bisa masuk windows sampai desktop screen. Klik kanan pada My Computer, pilih Properties. Pillih pada tab Device Manager. Bila Anda melihat tanda seru pada salah satu Device yang ada berarti terjadi "konfilk" device. Untuk itu Anda perlu men-disable hardware yang mengalami masalah. Setelah itu Anda bisa restart.
Saat booting Windows langsung menampilkan "shutdown screen"
Saat booting windows 95/98 komputer Anda langsung menampilkan tulisan : It's now safe to turn off your komputer"
Penyebab :
Hal ini karena file Vmm32.vxd atau wininit.exe mengalami kerusakan.
1. Solusi
Anda harus meng-copy file wininit.exe dari cd Windows 95/98. Pada Windows 95 file wininit.exe terletak pada win95_11.cab. Untuk melakukan extract Anda dapat perlu masuk ke MS DOS Prompt lalu ketikkan extract . Bila Anda belum tahu perintah-perintah extract ketikkan extract /? lalu tekan enter.
2. Setelah itu restart komputer Anda.
Membuat file vmm32.exe baru
1. Restart komputer Anda. Untuk Windows 95, saat muncul tulisan "Starting Windows 95", tekan tombol F8, dan pilih Command Prompt Only. Untuk Windows 98, tekan terus tombol CTRL setelah komputer ANda melakukan Power On Self Test (POST), kemudian pilih Command Prompt Only.
2. Setelah itu pidah ke folder Windows\System dengan cara mengetikkan :
cd \windows\system
3. Ketikkan :
ren vmm32.vxd vmm32.old
4. Terakhir install lagi Windows 95/98
Cannot Find a Device File...Vnetsup.vxd
Saat booting windows 95 komputer Anda menampilkan pesan:
Cannot find a device file that may be needed to run Windows or a Windows application.
The Windows registry or System.ini file refers to this device file, but the device file no longer exists. If you deleted this file on purpose, try uninstalling the associated application using its uninstall program or setup program. If you still want to use the application associated with this device file, try reinstalling that application to replace the missing file.
Vnetsup.vxd -atau- Dfs.vxd
Penyebab :
Kesalahan tersebut dapat terjadi bila Anda menghapus komponen Microsoft Network (pada properties Network).
Solusi :
• Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut :
Buka registry (caranya klik tombol Start, pilih Run. Ketikkan regedit lalu klik OK). Hapuslah nilai StaticVxD pada subkey Vnetsup pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
Services\VxD\vnetsup

atau

hapuslah nilai StaticVxD pada subkey DFS pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
Services\VxD\dfs
• Install dan hapus komponen Microsoft Network

Caranya : dari Control Panel klik dua kali pada Network. Klik Add - Adapter - Add lagi. Pada kotak Manufacturers, klik Detected Network Driver. Pada kotak Network Adapters, klik Existing NDIS2 Driver, dan terakhir klik OK. Setelah itu tutup Network. Bila Windows meminta restart, restartlah. Setelah itu masuk lagi ke Control Panel, klik dua kali pada Network. Klik network adapter lalu klik Remove. Terakhir klik OK. Biasanya komputer akan meminta Restart. Ikuti saja....
Kerusakan pada file win.com
Saat booting windows 95/98 komputer Anda menampilkan pesan:
• The following file is missing or corrupted: Win.com
• The following file is missing or corrupted: Win.com
• Program too big to fit in memory Cannot find Win.com, unable to continue loading Windows
• Program too large
Penyebab :
Hal ini bisa terjadi bila file win.com mengalami kerusakan. Ukuran untuk file win.com yang tepat adalah sebagai berikut :
Windows 95: 22,679 bytes
Windows 95 OSR 2 24,503 bytes
Windows 98: 24,791 bytes
Solusi :
Untuk mengatasinya, Anda harus membuat file win.com baru dengan cara mengekstrak file win.cnf dari CD Windows. Langkah komplitnya sebagai berikut :
1. Ekstrak file win.cnf dari CD Windows ke folder C:\Windows. Adapun letak file win.cnf adalah : Pada Windows 95 terletak pada file Win95_03.cab Pada Windows 98 terletak pada file Win98_28.cab
2. Setelah diekstrak kemudian gantilah nama win.cnf menjadi win.com. Caranya : ren c:\windows\win.cnf c:\windows\win.com
3. Terakhir restartlah komputer Anda
Saat shutdown windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen"
Saat shutdown, windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen" yang berupa tulisan It's now safe to turn off your computer.
Penyebab & Solusinya :
1. Komputer tidak dapat men-shutdown suatu program.
Sebelum komputer melakukan shutdown maka terlebih dahulu dia akan menutup program-program yang masih berjalan. Program-program tersebut bisa berupa antivirus, utility, atau yang lainnya. Nah, bila komputer Anda tidak bisa melakukan shutdown secara sempurna hal ini bisa terjadi karena komputer tersebut tidak dapat men-shutdown suatu program. Sebagai contoh pada program NetMedic. Pada saat kita menjalankan program NetMedic maka program tersebut juga akan menjalankan syshook.exe sebagai virtual device driver. Tetapi pada saat kita keluar dari NetMedic file syshook.exe tersebut masih "tertinggal" di memori. Nah, file-file seperti syshook.exe inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya masalah. Salah satu cara untuk "mematikan" syshook.exe adalah dengan menampilkan Task Manager yaitu dengan menekan tombol [Ctrl] [Alt] [Del]. Pilih file syshook.exe dan tekan End Task.
Bila Anda mengalami masalah seperti di atas, cara gampangnya adalah dengan menutup semua program (yang terdapat pada Task Manager) kecuali :

Explorer
Rnnapp Osa
(jika Anda menginstall MS Office)
light (jika Anda memakai modem)
systray

Setelah semua program telah ditutup Anda bisa melakukan Shutdown (atau Restart).
2. Windows 98 SE memang mempunyai masalah pada beberapa hardware tertentu. Tetapi Microsft telah mengeluarkan patch untuk masalah tersebut dan bisa Anda dapatkan di situs Microsoft
Tidak dapat menghapus file
Saat Anda menghapus file, muncul kotak dialog :
Cannot delete "nama_file", cannot find the specified path.
Make sure you typed the right path.
Penyebab :
Hal ini terjadi karena Recycle Bin mengalami corrupt. Masalah ini biasanya muncul jika Anda menginstall dan meng-uninstall software Fix-It Utilities.
Solusi :
Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Restart komputer Anda.
2. Sebelum muncul logo Windows, tekan F8 lalu pilih Command Prompt Only.
3. Pada Dos Prompt, ketikkan :

attrib -r -s -h c:\recycled
deltree c:\recycled
Tutorial Registry:
Pendahuluan
Windows merupakan sistem operasi untuk PC yang paling populer saat ini, mulai dari Windows 95, 98, NT dan yang baru saja diluncurkan yaitu Windows 2000 dan Windows Millenium. Salah satu keunggulan Windows adalah kemudahan dalam penggunaannya. Misalnya kemudahan mulai dari install, konfigurasi sampai dengan adanya feature plug and play untuk hardware.
Tentunya semua konfigurasi dan setting tersebut disimpan dalam sistem operasi, dan untuk menyimpan informasi berbagai setting dan konfigurasi, Windows menggunakan registry. Registry merupakan database yang digunakan untuk menyimpan semua setting dan informasi hardware, software dan berbagai preferences untuk Windows 32 bit, termasuk Window 95, 98, NT, Millenium dan 2000. Salah satu contohnya adalah misalnya seseorang mengganti assosiasi file atau menginstall program, maka perubahan setting tersebut akan dituliskan pada registry. Contoh lainnya adalah mendisable Display Properties, menyembunyikan berbagai menu pada Menu Start.
Selain sebagai tempat untuk menyimpan informasi sistem operasi Windows sendiri, registry juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai informasi setting dan konfigurasi pada aplikasi atau program. Misalnya WinZip menggunakan registry untuk menyimpan informasi toolbar, aplikasi untuk membuka file (viewer), user name, serial number, dan lain-lain.
Registry diletakkan pada dua buah hidden file yaitu user.dat dan system.dat yang terletak pada directory Windows untuk Win 95/98/Me dan pada directory Windows/System32/Config untuk Windows NT. Selain menggunakan registry (system.dat dan user.dat), Windows juga menyimpan informasi setting tertentu pada file msdos.sys, system.ini dan win.ini.
Tutorial Registry:
Hirarki registry
Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :
1. HKEY_CLASSES_ROOT,
Berisi semua tipe file beserta assosiasinya yang masing-masing tipe file tersebut akan mempunyai subkey sendiri-sendiri.
2. HKEY_CURRENT_USER
Berisi informasi tentang user yang sedang log in pada saat itu. Terdiri dari subkey, antara lain :
a. AppEvents, berisi setting untuk sound events.
b. Control Panel, berisi setting control panel.
c. InstallLocationMRU, berisi path/lokasi master Windows (waktu pertama kali menginstall Windows).
d. Network, berisi informasi yang berhubungan dengan Network atau jaringan.
e. Software, berisi tentang setting atau konfigurasi software untuk pemakai yang logon pada saat itu.
f. RemoteAccess, berisi informasi tentang Dial up Networking.
3. HKEY_LOCAL_MACHINE
Berisi informasi tentang hardware dan setting software yang berlaku untuk semua user. Terdiri dari subkey, antara lain :
a. Enum, berisi informasi tentang hardware, misalnya tentang monitor.
b. Hardware, berisi informasi tentang port serial.
c. Network, berisi informasi yang berhubungan dengan network untuk pemakai yang sedang aktif atau logon.
d. Software, berisi informasi dan setting software.
4. HKEY_USERS
Berisi informasi tentang desktop dan user setting untuk tiap user yang berhak login ke komputer tersebut. Tiap user mempunyai sebuah subkey. Jika hanya terdapat satu user maka nama subkey tersebut adalah ".default"
5. HKEY_CURRENT_CONFIG
Berisi informasi tentang konfigurasi hardware, berhubungan dengan HKEY_LOCAL_MACHINE.
6. HKEY_DYN_DATA
Berisi informasi tentang plug and play.
Tutorial Registry:
Persiapan sebelum melakukan modifikasi registry
Sebelum Anda merubah registry pastikan bahwa Anda memback-up nya terlebih dahulu. Ini penting seandainya perubahan tersebut mengakibatkan error, Anda masih bisa mengembalikannya seperti semula. Adapun caranya adalah sebagai berikut :
1. Cara membuka registry
Klik menu Start (pada pojok kiri bawah), pilih Run. Ketikkan regedit, OK.
2. Memback-up registry
Pertama pilih registry key yang akan diback-up. Pada menu Registry, pilih Export Registry File. Tentukan letak directory dan nama file-nya, terakhir pilih OK.
3. Mengembalikan key registry dari file back-up.
Cara pertama : buka regedit, pilih menu Registry, Import Registry File. Pilih letak directory dan nama filenya. Klik OK.
Cara kedua : Klik kanan pada file yang merupakan back-up registry (ditandai dengan nama file berekstensi reg). Pilih Merge.
Tutorial Registry:
Memodifikasi context menu pada file HTML
(context menu = menu yang muncul pada saat kita mengklik kanan)
Kalau cabang HKEY_CLASSES_ROOT tersebut Anda buka akan terlihat cabang yang banyak sekali jumlahnya. Di sini akan terlihat cabang bernama .386, .bmp, .jpg, .psd, dan lain-lain yang mana itu merupakan ekstensi file. Semakin banyak Anda menginstall software maka cabang tersebut juga akan semakin banyak. Selain itu terdapat juga cabang bernama htmlfile, javafile, cplfile, dan lain-lain (jumlahnya tergantung macam aplikasi yang Anda install).

Pada tutorial ini akan kami jelaskan cara memodifikasi context menu untuk file berekstensi html. Normalnya tulisan yang muncul adalah Open atau Open in the same window. Nah tulisan tersebut akan kita ganti dengan Buka dengan IE. Caranya adalah sebagai berikut :
1. Cari cabang bernama htmlfile, lalu pilih shell. (Jika Anda menginstall Internet Explorer dan Netscape Navigator maka akan terdapat cabang bernama Open dan Open Navigator (atau nama lain yg mirip dengannya)


2. Anda bisa mengganti tulisan tersebut. Misalnya mengganti Open menjadi Buka dengan IE.



Caranya buka cabang Open with IE, lalu klik dua kali pada (Default) yang terletak pada panel sebelah kanan. Lalu isikan dengan Buka dengan IE. Lalu hasilnya akan nampak seperti pada gambar di atas.


Tutorial Registry:
Memodifikasi context menu New
(context menu = menu yang muncul pada saat kita mengklik kanan)
Kalau Anda mengklik kanan pada desktop dan memilih New, maka akan terlihat banyak submenu untuk pembuatan aneka dokumen. Misalnya MS Word, Text Document, Corel Draw, dan lain-lain. Semakin banyak aplikasi yang diinstall semakin banyak pula deretan submenu tersebut.
Anda bisa memodifikasi submenu document sesuai keinginan Anda. Misalnya menghapus submenu (dari) document yang jarang Anda buka/buat. Bisa juga menambahkan bila belum terdapat pada submenu tersebut. Ada pun cara untuk menghapus submenu tersebut adalah sebagai berikut :
1. Jalankan registry editor.
2. Dari menu Edit, klik Find.
3. Tuliskan ShellNew, klik OK.
4. Setelah itu Anda bisa menghapus subkey ShellNew yang ditemukan oleh registry editor tersebut.


Tips Windows: Mengubah Partisi dari FAT ke NTFS dengan Utility CONVERT

Author: Ariesa Rahardjo
Published: March 05, 2006
Visits: 628 - Category: Microsoft Windows




Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi penulis ketika ingin mengubah salah satu partisi di laptop penulis yang tadinya bertipe FAT32 menjadi NTFS. Begini ceritanya.
Pada suatu hari penulis ingin menginstall database PostgreSQL (versi Windows) di laptop penulis (yang menggunakan Windows XP Professional). Setelah menjalankan aplikasi installer-nya tiba-tiba di tengah perjalanan muncul error yang pada intinya PostgreSQL harus diinstall pada sebuah partisi dengan jenis NTFS (demi alasan security). Pada laptop penulis yang hanya berkapasitas 30 GB ini terbagi menjadi dua partisi, yaitu drive C dan D, yang mana keduanya berformat FAT32. Penulis akhirnya mencari cara untuk mengubah partisi drive D ini menjadi FAT32 (karena PostgreSQL ingin penulis install pada drive D tersebut).
Penulis sempat mencoba menggunakan aplikasi Acronis PartitionExpert 2003 (buatan SWSoft), tetapi aplikasi itupun ternyata tidak mampu untuk melakukannya. Akhirnya penulis tak sengaja menemukan informasi pada help system Windows XP Professional penulis. Di situ dikatakan bahwa ada utility pada Windows yang bernama CONVERT (berupa command line) dan memang secara khusus digunakan untuk mengkonversi file system dari FAT menjadi NTFS.
Anda bisa menampilkan seluruh pilihan parameternya dengan cara mengetikkan "help convert" pada DOS prompt di Windows Anda. Contohnya adalah sebagai berikut.

Intinya ada dua parameter yang penting pada perintah CONVERT ini, yaitu volume dan /FS:NTFS.
Pada kasus ini penulis ingin mengkonversi drive D dari FAT32 menjadi NTFS, maka perintah yang harus diketikkan adalah:
CONVERT D: /FS:NTFS
Selanjutnya sistem operasi Windows XP akan melakukan konversi file system pada drive yang dimaksud menjadi NTFS. Akhirnya, tidak sampai 15 menit drive D penulis yang tadinya FAT32 sudah menjadi NTFS dengan lancar.
Referensi
• Windows XP Professional Help System
Demikian tulisan singkat mengenai cara mengubah file system yang tadinya FAT menjadi NTFS pada Windows XP Professional dengan memanfaatkan perintah CONVERT. Semoga berguna bagi Anda semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui ariesa.rahardjo@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.
Terima kasih.


Memilih Partisi antara NTFS, FAT atau FAT32 pada Windows XP

Author: Ariesa Rahardjo
Published: March 05, 2006
Visits: 1067 - Category: Microsoft Windows




Anda bisa memilih diantara tiga file system untuk partisi hardisk Anda ketika menjalankan Windows XP, yaitu NTFS, FAT dan FAT32. Informasi berikut ini bisa Anda gunakan untuk membandingkan diantara ketiganya.
NTFS merupakan file system yang sangat dianjurkan karena beberapa alasan berikut ini:
• NTFS lebih powerful dibandingkan FAT atau FAT32, dan juga file system tersebut sudah mengandung fitur-fitur yang bisa meng-handle Active Directory dan juga fitur-fitur security lainnya. Anda bisa menggunakan fitur Active Directory dan keamanan berbasis domain dengan memilih file system NTFS ini.
• Adalah hal yang sangat mudah untuk melakukan konversi partisi Anda menjadi format NTFS. Pada Windows XP telah tersedia utility yang ampuh untuk mengatasi ini, yang bernama CONVERT (convert.exe). Silakan Anda masuk ke DOS prompt dan mengetikkan "help convert" untuk lebih jauh mengetahui informasi detail mengenai cara mengkonversi partisi FAT Anda ke NTFS.
• Jika Anda membutuhkan pembatasan akses ke dalam file-file Anda, maka Anda butuh NTFS. Jika Anda menggunakan FAT32, maka semua user akan memiliki hak akses ke dalam seluruh file-file yang ada pada komputer Anda.
• NTFS merupakan format file system yang bisa bekerja baik dengan hardisk yang berkapasitas besar. (Pilihan file system terbaik selanjutnya untuk masalah meng-handle hardisk kapasitas yang besar adalah FAT32)
Ada satu kondisi dimana Anda memang harus menggunakan file system FAT atau FAT32. Jika Anda membutuhkan komputer yang ingin menjalankan sistem operasi Windows pada versi yang lebih lama dan hanya kadang-kadang saja menggunakan Windows XP, maka Anda memang membutuhkan partisi FAT atau FAT32 sebagai primary (startup) partition pada hardisk Anda. Ini dikarenakan bahwa versi Windows yang terdahulu tidak akan mampu membaca partisi NTFS yang mutakhir. Pengecualian berlaku bagi Windows 2000 dan Windows NT SP4 atau setelahnya. Windows NT SP4 bisa mengakses NTFS dengan beberapa keterbatasan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah begitu Anda sudah mengkonversi suatu partisi dari FAT atau FAT32 ke NTFS, maka Anda tidak akan dengan mudah mengembalikannya kembali ke FAT atau FAT32. Anda harus melakukan reformat drive atau partisi untuk mengembalikan ke forlat file system sebelumnya.
Berikut ini adalah deskripsi dari kompatibilitas dari masing-masing file system terhadap beberapa sistem operasi yang ada.
• NTFS
Sebuah komputer yang menjalankan Windows XP atau Windows 2000 dapat mengakses partisi NTFS. Komputer dengan sistem operasi Windows NT SP4 bisa mengakses partisi NTFS dengan beberapa keterbatasan tertentu. Sementara sistem operasi lainnya tidak bisa mengakses partisi NTFS ini (walaupun ada yang sudah bisa mencobanya, seperti Linux).
• FAT
File system ini bisa diakses oleh sistem operasi MS-DOS, semua versi Windows, Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan juga OS/2. Linux juga memiliki kemampuan untuk membaca file system ini.
• FAT32
File system ini bisa diakses oleh Windows 95 OSR2, Windows 98, Windows Millenium Edition, Windows 2000 dan juga Windows XP. Linux juga memiliki kemampuan untuk membaca file system ini.
Berikut ini adalah komparasi disk dan ukuran file yang bisa dikelola pada masing-masing file system.
• NTFS
Dianjurkan untuk digunakan pada kondisi minimum partisi yang berukuran 10 MB. Volume disk yang lebih besar dari 2 TB (terabytes) bisa juga menggunakan file system ini. NTFS tidak bisa digunakan pada floppy disk. Sementara itu ukuran file maksimum hanya tergantung pada ukuran dari volume disk yang ada.
• FAT
Bisa meng-handle volume disk dari floppy disk sampai dengan yang berukuran 4 GB. File system ini tidak mendukung domain dan maksimum ukuran file-nya adalah sampai 2 GB.
• FAT32
Mampu meng-handle volume disk dari 512 MB sampai dengan 2 TB. Pada Windows XP, Anda bisa memformat sebuah volume disk FAT32 hanya sampai 32 GB saja. File system ini tidak mendukung domain dan maksimum ukuran file-nya adalah sampai 4 GB.
Referensi
• Windows XP Professional Help System
Demikian tulisan singkat mengenai memilih file system yang tepat bagi Windows Anda. Semoga berguna bagi Anda semuanya. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui ariesa.rahardjo@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.
Terima kasih.


Eksplorasi Proses pada Windows 9x/Me - Bagian II

Author: Ario Sutomo
Published: July 02, 2005
Visits: 1442 - Category: Microsoft Windows




Tulisan bagian pertama yang berjudul "Eksplorasi Proses pada Windows 9x/Me - Bagian I" sudah membahas mengenai apa itu thread, strategi penjadwalan dan algoritma penjadwalan. Pada bagian kedua ini akan dibahas mengenai hasil analisa proses (beserta thread), yang menjelaskan tentang siklus hidupnya. Selain itu juga akan disinggung sedikit tentang multitasking pada Windows 98 SE.
Siklus Hidup Proses
Semua proses mulai “hidup” ketika ada proses lain yang memanggilnya dengan fungsi CreateProcess(). Selama CreateProcess(), sistem operasi mempersiapkan suatu virtual address space, me-load isi file executable, dan membuat primary thread (lihat gambar 1a). CreateProcess() menghasilkan handle untuk proses yang baru dibuat tersebut beserta handle untuk primary thread-nya. Parent (proses yang memanggilnya) bisa menutup handle, melepaskan kendali melalui child-nya (proses yang dipanggil) tersebut, atau memanfaatkan handle tersebut untuk merubah priority class-nya, menghentikan, atau mendapatkan exit code ketika child tersebut berhenti dengan sendirinya.
Setelah proses menyelesaikan eksekusinya, proses tersebut tetap ada di memori sampai semua handle yang berhubungan dengan proses tersebut ditutup. Suatu proses tetap aktif sampai primary thread-nya berhenti atau sampai salah satu thread-nya memanggil ExitProcess() atau TerminateProcess(). Hal itu juga menyebabkan semua thread-thread dalam proses yang sama langsung berhenti.



Siklus Hidup Thread
Thread terbentuk ketika suatu thread memanggilnya dengan CreateThread(). Dan thread akan berakhir jika thread tersebut memanggil ExitThread() atau ExitProcess(), atau ada yang memanggil fungsi TerminateThread() atau TerminateProcess() dengan parameter handle yang mengacu pada thread/proses yang bersangkutan.
1. Pembuatan Thread
Ketika membuat thread (dengan fungsi CreateThread()), pembuat thread tersebut harus menentukan alamat awal dari kode yang akan dieksekusi oleh thread tersebut. Biasanya alamat awal tersebut adalah alamat awal dari fungsi. Jika diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Delphi adalah sebagai berikut:
function FungsiThread: DWORD;
begin
ShowMessage('Message ini ada didalam thread!');
Result := 0;
end;

procedure TForm1.BuatThread;
var
ThreadId: DWORD;
hThread : THandle;
begin
hThread := CreateThread(
nil,
0, //ukuran stack (0=default)
@FungsiThread, //alamat awal fungsi
nil, //parameter fungsi
0,
ThreadId); //id thread yang di-return

if hThread=0 then
showmessage('Thread gagal!');

CloseHandle(hThread);
end;
*Untuk keterangan mengenai parameter-parameter yang dilewatkan ke fungsi CreateThread(), silahkan baca help-nya.
Ketika terbentuk, secara default suatu thread memiliki prioritas normal (THREAD_PRIORITY_NORMAL). Ukuran stack akan diinisialisasikan secara otomatis di dalam memori proses dari thread yang bersangkutan. Sistem operasi akan menyesuaikan ukuran stack seperlunya dan membebaskannya ketika thread yang bersangkutan berakhir.

1.1 Penundaan Thread
Suatu thread bisa men-suspend dan me-resume thread lain dengan menggunakan fungsi SuspendThread() dan ResumeThread(). Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa thread yang statusnya menunggu atau tertunda tidak akan dijadwalkan oleh penjadwal sebelum masa menunggunya/tertundanya berakhir (atau setelah dipanggil ResumeThread()).

Thread juga bisa ditunda untuk interval waktu tertentu dengan fungsi Sleep() atau SleepEx(). Selama interval tersebut, thread yang bersangkutan juga tidak diberikan time slice oleh pemroses.
1.2 Penghentian Thread
Suatu thread akan terus berjalan sampai salah satu kejadian berikut terjadi:
• Thread memanggil fungsi ExitThread().
• Ada thread yang memanggil fungsi ExitProcess().
• Thread selesai menyelesaikan tugasnya (fungsi thread berakhir).
• Ada thread yang memanggil fungsi TerminateThread() dengan parameter handle milik thread yang bersangkutan.
• Ada thread yang memanggil fungsi TerminateProcess() dengan parameter handle proses milik thread yang bersangkutan.
Ketika suatu thread diakhiri dengan ExitThread(), sistem operasi terlebih dahulu membebaskan stack yang dimiliki thread tersebut, baru kemudian menghentikannya. Jika thread yang diberhentikan tersebut merupakan thread terakhir suatu proses, maka sistem operasi juga akan secara otomatis menghentikan proses tersebut.

2. Multitasking
Secara definitif, suatu sistem operasi yang multitasking membagi waktu prosesor yang tersedia kepada proses-proses atau thread-thread yang membutuhkannya. Windows 98 SE didesain untuk preemptive multitasking (ada juga yang menyebut permissive multitasking), yaitu mengalokasikan sedikit waktu (time slice) prosesor ke tiap-tiap thread yang dieksekusi. Untuk bisa membagikan time slice yang dimiliki prosesor secara adil, Windows 98 SE tergantung pada aplikasi yang secara berkala diharuskan melepaskan kontrol ke sistem operasi agar aplikasi lain mendapat kesempatan. Proses eksekusi thread akan di-suspend jika time slice sudah habis, sehingga thread lain bisa mendapat giliran untuk dieksekusi. Ketika berpindah dari satu thread ke thread lain, sistem operasi menyimpan context dari thread yang di-preempt tadi dan mengembalikan context yang tersimpan sebelumnya dari thread yang akan dieksekusi berikutnya diantrian.
Lamanya time slice tergantung pada sistem operasi dan prosesor, yang jelas besarnya sangat kecil dan konstan (Win32® Programmer’s Reference menyebutkan lamanya time slice kira-kira 20 milidetik). Dengan waktu yang sekecil itu thread-thread yang dieksekusi terlihat seakan-akan dieksekusi pada waktu yang sama, sehingga kita seakan-akan merasa Windows kita bisa mengeksekusi banyak aplikasi secara bersamaan.
Referensi
• Ezzel, B. and Blaney, J. (1998), Windows 98 Developer’s Handbook, Marina Village Parkway, Alameda, CA 94501: SYBEX Inc.
• Haryanto, B. Ir. (1999), “Buku Teks Ilmu Komputer”, Sistem Operasi, Edisi Kedua. Bandung, Informatika.
• Microsoft, Microsoft® Win32® Programmer’s Reference, Copyright © 1992 – 1996 Microsoft Corporation.
• Microsoft, “.NET Framework Developer Specifications”, .NET Framework SDK, Unpublished work. © 2000 – 2001 Microsoft Corporation.
• Nutt, J. G. (2000), “Operating Systems”, A Modern Perspective, Second Edition, United States: Addison Wesley Longman Inc.
• Stallings, W. (1995), Operating Systems, 2nd ed. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
• Tanenbaum, S. A. (1992), Modern Operating System, Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Sampai sekian dulu tulisan bagian kedua ini, lanjutan tulisan ini bisa dibaca melalui tulisan yang berjudul "Eksplorasi Proses pada Windows 9x/Me - Bagian III".
Demikian tulisan mengenai eksplorasi proses pada Windows 9x/Me (bagian kedua). Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada saran atau komentar bisa dilayangkan ke arioss@softhome.net. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.
Terimakasih.


Eksplorasi Proses pada Windows 9x/Me - Bagian III

Author: Ario Sutomo
Published: July 02, 2005
Visits: 1395 - Category: Microsoft Windows




Pada tulisan sebelumnya yang berjudul "Eksplorasi Proses pada Windows 9x/Me - Bagian II" sudah dibahas mengenai thread, multitasking dan juga multithreading. Bagian terakhir dari tulisan eksplorasi proses kali ini akan dibahas mengenai serba-serbi penjadwalan pada sistem operasi Windows 98 SE, mulai dari prioritas, context switch, sampai dengan kesimpulan.
Penjadwalan
Penjadwal (scheduler) bertugas mengatur kegiatan multitasking dengan menentukan thread mana yang akan menerima time slice prosesor berikutnya. Penjadwal menentukan thread mana yang akan berjalan berikutnya berdasarkan prioritas penjadwalannya.
Prioritas Penjadwalan
Setiap thread memiliki prioritas sendiri untuk penjadwalan. Tingkatan prioritas berkisar antara nol (prioritas terendah) sampai 31 (prioritas tertinggi). Hanya thread sistem (istilah teknisnya disebut zero-page thread) saja yang bisa menggunakan prioritas nol.
Prioritas tiap thread ditentukan melalui kriteria berikut:
• Priority class proses.
• Priority level thread dalam priority class prosesnya.
Priority class dan priority level dikombinasikan sehingga membentuk base priority.
1. Priority Class
Setiap proses mempunyai salah satu priority class berikut:
IDLE_PRIORITY_CLASS
NORMAL_PRIORITY_CLASS
HIGH_PRIORITY_CLASS
REALTIME_PRIORITY_CLASS
Secara default, priority class dari proses adalah NORMAL_PRIORITY_CLASS. Tetapi Windows menyediakan fungsi CreateProcess() untuk membuat proses dan sekaligus menentukan priority class dari proses yang akan dibuat tersebut. Selain itu juga disediakan fungsi untuk mendapatkan/merubah priority class dari suatu proses yang sedang berjalan, yaitu dengan menggunakan fungsi GetPriorityClass() dan SetPriorityClass().
2. Priority Level
Berikut ini adalah priority level yang terdapat dalam priority class:
THREAD_PRIORITY_IDLE
THREAD_PRIORITY_LOWEST
THREAD_PRIORITY_BELOW_NORMAL
THREAD_PRIORITY_NORMAL
THREAD_PRIORITY_ABOVE_NORMAL
THREAD_PRIORITY_HIGHEST
THREAD_PRIORITY_TIME_CRITICAL
Semua thread dibuat dengan THREAD_PRIORITY_NORMAL. Ini berarti prioritas thread sama dengan prioritas prosesnya. Fungsi untuk mendapatkan/merubah priority level suatu thread adalah GetThreadPriority() dan SetThreadPriority().
3. Base Priority
Tingkatan prioritas untuk setiap thread ditentukan dari kombinasi priority class dan priority level-nya. Kombinasi ini membentuk base priority. Tabel berikut menunjukkan tingkatan base priority yang terdiri dari kombinasi priority class dan priority level.
Tabel 1 Tabel base priority pada Windows 9x (Win32® Programmer’s Reference)


Dari nilai-nilai base priority pada tabel di atas, bisa dikelompokkan juga menjadi empat tingkatan priority class, yaitu: idle, normal (background dan foreground), high, dan real time. Tabel 2 berikut menjelaskan bagaimana prioritas dibagi menjadi kelas-kelas.

4. Context Switches
Setiap tingkatan prioritas memiliki antrian tersendiri (prioritas normal memilliki antrian tersendiri, prioritas idle memiliki antrian tersendiri, dan seterusnya). Penjadwal mengatur antrian-antrian untuk setiap tingkatan prioritas tersebut. Ketika prosesor ‘kosong’, sistem operasi melakukan context switching. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Simpan context dari thread yang tadinya berjalan.
2. Tempatkan thread tersebut di akhir antrian.
3. Load context dari dispatcher.
4. Cari prioritas tertinggi dari antrian yang berisi ready threads.
5. Ambil thread tersebut dari antrian.
6. Hapus context milik dispatcher.
7. Load isi context thread yang akan dieksekusi, dan eksekusi thread tersebut.
Thread yang di-suspend atau di-block tidak akan diberikan time slice oleh penjadwal (walaupun prioritasnya tinggi) sampai siap untuk dijalankan.
Untuk selengkapnya bisa dilihat pada gambar 1 dan 2.


Penyebab umum terjadinya context switch adalah:
• Time slice telah habis.
• Thread dengan prioritas yang lebih tinggi siap untuk dijalankan.
• Thread tersebut harus menunggu sesuatu (wait).
Ketika thread yang sedang berjalan harus menunggu sesuatu (wait), sisa time slice dari thread yang bersangkutan tidak akan diakumulasikan dengan thread baru, tetapi dihapus/dihilangkan.
Context itu sendiri merupakan suatu struktur yang berisi data-data register yang sangat tergantung oleh jenis prosesor. Struktur context yang sudah didefinisikan adalah untuk prosesor Intel, MIPS, Alpha, dan PowerPC. Microsoft mendefinisikan struktur dari context dalam file header WinNT.h untuk semua jenis prosesor. Borland Delphi 5 mengkonversinya ke dalam format struktur pascal (record) sebagai berikut:
_CONTEXT = record
{$EXTERNALSYM _CONTEXT}
ContextFlags: DWORD;

{ This section is specified/returned if CONTEXT_DEBUG_REGISTERS
is set in ContextFlags. Note that CONTEXT_DEBUG_REGISTERS is
NOT included in CONTEXT_FULL. }
Dr0: DWORD;
Dr1: DWORD;
Dr2: DWORD;
Dr3: DWORD;
Dr6: DWORD;
Dr7: DWORD;

{ This section is specified/returned if the
ContextFlags word contains the flag CONTEXT_FLOATING_POINT. }
FloatSave: TFloatingSaveArea;

{ This section is specified/returned if the
ContextFlags word contains the flag CONTEXT_SEGMENTS. }
SegGs: DWORD;
SegFs: DWORD;
SegEs: DWORD;
SegDs: DWORD;

{ This section is specified/returned if the
ContextFlags word contains the flag CONTEXT_INTEGER. }
Edi: DWORD;
Esi: DWORD;
Ebx: DWORD;
Edx: DWORD;
Ecx: DWORD;
Eax: DWORD;

{ This section is specified/returned if the
ContextFlags word contains the flag CONTEXT_CONTROL. }
Ebp: DWORD;
Eip: DWORD;
SegCs: DWORD;
EFlags: DWORD;
Esp: DWORD;
SegSs: DWORD;
end;
Windows menyediakan fungsi GetThreadContext() untuk mengambil isi context dari thread tertentu. Untuk mendapatkan isi context yang benar, thread yang bersangkutan harus di-suspend dulu karena seiring dengan berjalannya thread, isi context juga akan berubah. Disediakannya struktur ini bukan berarti isi context bisa diubah-ubah sembarangan oleh pemrogram, karena pada dasarnya context digunakan oleh sistem operasi untuk melakukan berbagai operasi internal.
5. Priority Boosts
Setiap thread memiliki dynamic priority. Prioritas inilah yang sebenarnya digunakan oleh penjadwal untuk menentukan thread mana yang akan dijalankan berikutnya. Awalnya, nilai dynamic priority sama dengan base priority. Kemudian, sistem operasi bisa menaikkan (boost) atau menurunkan (lower) dynamic priority, untuk memastikan semua thread mendapat ‘giliran’ untuk dieksekusi sehingga tidak ada yang mengalami startvation (suatu keadaan dimana proses/thread tidak pernah mendapat giliran pemroses dikarenakan prioritasnya yang rendah).
Sistem operasi menaikkan dynamic priority suatu thread untuk alasan-alasan sebagai berikut:
• Ketika suatu proses yang prioritasnya NORMAL_PRIORITY_CLASS berada di foreground, penjadwal akan menaikkan priority class dari proses-proses yang berhubungan dengan proses foreground tersebut, sehingga prioritasnya bisa lebih besar atau sama dengan priority class dari proses-proses background. Priority class dikembalikan seperti semula ketika proses tidak ada di foreground lagi.
• Ketika suatu window (tampilan antarmuka) menerima input, seperti timer, mouse, atau keyboard, penjadwal menaikkan prioritas dari thread yang memiliki window tersebut.
• Ketika kondisi wait untuk thread yang di-block telah selesai, penjadwal menaikkan prioritas thread.
Setelah menaikkan dynamic priority suatu thread, penjadwal menurunkan prioritasnya satu tingkatan setiap thread menyelesaikan satu time slice, sampai prioritasnya sama dengan base priority. Perlu dicatat bahwa dynamic priority suatu thread tidak akan pernah kurang dari base priority-nya.
6. Priority Inversion
Priority inversion terjadi ketika ada dua thread atau lebih dengan prioritas yang berbeda berlomba-lomba untuk dijadwalkan. Kita ambil contoh sederhananya dengan tiga thread: A, B, dan C. Thread A memiliki prioritas yang tinggi dan siap untuk dijadwalkan. Thread B, yang memiliki prioritas rendah, sedang mengeksekusi sesuatu di-critical section (bagian kode yang hanya bisa dieksekusi oleh satu thread pada satu waktu). Thread A, yang berprioritas tinggi, mulai menunggu giliran masuk critical section yang sedang dipakai oleh thread B. Thread C memiliki prioritas menengah. Thread C menerima semua waktu prosesor, karena thread yang berprioritas lebih tinggi (thread A) sedang menunggu thread yang berprioritas rendah (thread B). Thread B tidak akan meninggalkan critical section, karena tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi dari thread C untuk dijadwalkan.
Jika satu thread yang berprioritas tinggi tergantung pada satu thread yang berprioritas rendah, thread tersebut tidak akan pernah dijalankan, karena thread yang berprioritas menengah mengambil semua waktu prosesor. Sistem operasi akan mengetahui bahwa thread berprioritas tinggi bergantung pada thread yang berprioritas rendah, sehingga thread yang berprioritas rendah akan dinaikkan prioritasnya sampai melebihi thread yang berprioritas tinggi. Hal ini akan menyebabkan thread yang awalnya berprioritas rendah untuk berjalan dan thread yang berprioritas tinggi mendapatkan giliran atas critical section.
Algoritma Penjadwalan
Dari hasil eksplorasi di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
• Dalam mengatur urutan thread-thread yang akan dieksekusi, penjadwal menggunakan prioritas thread (priority level) untuk menentukan urutannya. Logikanya, thread yang prioritasnya lebih tinggi akan dijadwalkan lebih dulu daripada thread yang prioritasnya lebih rendah. Hal ini merupakan karakteristik dari Priority Scheduling.
• Dalam mengatur urutan thread-thread yang memiliki prioritas yang sama, penjadwal mengeksekusi thread berdasarkan urutan masuk ke antrian (FIFO), tetapi setiap thread yang akan dieksekusi diberikan dulu time slice yang merupakan ‘jatah’ waktu untuk berada di pemroses. Ini merupakan karakteristik dari Penjadwalan Round-Robin.
• Setiap thread dikelompokkan ke dalam antrian-antrian berdasarkan tingkat prioritasnya. Penjadwal akan mulai mengeksekusi thread-thread yang ada di antrian berprioritas paling tinggi dulu, kemudian mengeksekusi thread di antrian yang satu tingkat lebih rendah prioritasnya. Hal ini juga merupakan karakteristik dari Penjadwalan Multiple-Feedback Queues.
Sehingga bisa dikatakan bahwa sistem operasi Windows 98 SE menggunakan Multiple-Feedback Queues yang ‘didalamnya’ memberlakukan aturan-aturan penjadwalan berprioritas (Priority Scheduling) untuk semua thread yang dibagi ke dalam antrian-antrian berdasarkan prioritasnya, dan disetiap antrian diberlakukan aturan-aturan penjadwalan Round-Robin.
Kesimpulan
Dari analisis yang dilakukan terhadap proses dan thread yang sudah dipaparkan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Proses merupakan aplikasi/program yang sedang berjalan, tetapi yang benar-benar dijalankan oleh pemroses adalah bagian dari proses, yaitu thread.
2. Setiap proses minimal memiliki satu thread (primary thread), artinya jika tidak ada thread dalam satu proses, maka proses juga tidak akan ada.
3. Prioritas yang sesungguhnya adalah base priority yang dimiliki oleh thread (karena thread merupakan unit yang dieksekusi oleh pemroses), tetapi yang dibaca oleh penjadwal adalah dynamic priority yang mana pada awalnya memiliki nilai yang sama dengan base priority. Base priority sendiri merupakan kombinasi dari priority class dan priority level.
4. Multitasking (mengeksekusi banyak task) atau multithreading (mengeksekusi banyak thread) hanyalah istilah yang digunakan bagi manusia yang menggambarkan seakan-akan pemroses mengeksekusi beberapa task/kode dalam satu waktu. Padahal pada dasarnya di sisi pemroses (tunggal) hanya ada SATU yang dieksekusi.
5. Pada Microsoft® Win32® Programmer’s Reference dijelaskan bahwa time slice besarnya adalah 20 milidetik, artinya secara teoritis dalam satu detik pemroses dapat mengeksekusi minimal 50 thread.
6. Ketika terjadi perubahan thread yang dieksekusi, terjadi dua kali context switch, yaitu satu untuk thread itu sendiri dan satu lagi untuk dispatcher yang melakukan pemilihan dan pengambilan thread di antrian. Sehingga, berdasarkan poin sebelumnya hal tersebut berarti minimal context switch terjadi kira-kira 100 kali dalam satu detik.
7. Strategi penjadwalan yang digunakan Windows 98 SE adalah Multiple-Feedback Queues.
Tamat.
Referensi
• Ezzel, B. and Blaney, J. (1998), Windows 98 Developer’s Handbook, Marina Village Parkway, Alameda, CA 94501: SYBEX Inc.
• Haryanto, B. Ir. (1999), Buku Teks Ilmu Komputer:Sistem Operasi, Edisi Kedua. Bandung, Informatika.
• Microsoft, Microsoft® Win32® Programmer’s Reference, Copyright © 1992 – 1996 Microsoft Corporation.
• Microsoft, “.NET Framework Developer Specifications”, .NET Framework SDK, Unpublished work. © 2000 – 2001 Microsoft Corporation.
• Nutt, J. G. (2000), Operating Systems:A Modern Perspective, Second Edition, United States: Addison Wesley Longman Inc.
• Stallings, W. (1995), Operating Systems, 2nd ed. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
• Tanenbaum, S. A. (1992), Modern Operating System, Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Demikian tulisan bagian terakhir mengenai eksplorasi proses pada Windows 9x/Me. Semoga bermanfaat bagi Anda semuanya. Jika ada saran atau komentar bisa dilayangkan ke arioss@softhome.net. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.
Terimakasih.


Mengatasi Kerusakan Sistem Operasi Windows

Author: Eryanto Sitorus
Published: August 24, 2004
Visits: 5671 - Category: Microsoft Windows




Meskipun kemampuan sistem operasi Windows (Windows 95/98/ME/2000/XP, NT) dalam hal keamanan (security), multiuser, multitasking, atau dalam hal interprocess communication tidak sebaik dan sehandal sistem operasi lain, khususnya operating system yang berbasis jaringan seperti SCO Unix, Linux, SunOS, atau FreeBSD, ternyata masih ada beberapa hal yang dapat dibanggakan pada sistem operasi buatan Microsoft itu, yaitu salah satunya adalah kemudahan untuk mengantisipasi dan mengatasi setiap gangguan atau kerusakan yang terjadi, baik itu kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Dengan begitu, apabila suatu saat nanti Windows bermasalah atau katakanlah rusak, maka siapa pun yang menggunakannya dimungkinkan untuk dapat mengatasinya sendiri tanpa perlu menginstal ulang (reinstall), memanggil tenaga ahli, mengkonsultasikannya kepada orang lain, apalagi sampai harus membawanya ke tempat servis komputer. Itulah dua hal penting yang menjadi substansi pembahasan dalam artikel ini, yaitu bagaimana cara memanfaatkan kelebihan yang dimaksud tadi untuk mengantisipasi dan mengatasi kerusakan sistem operasi Windows. Diharapkan bahwa dengan penjelasan ini, rekan-rekan pembaca menjadi berani dan mampu untuk mengatasi sendiri bilamana terjadi kerusakan pada sistem operasi komputernya. Untuk kedua hal tersebut, simaklah penjelasan berikut.
Mengantisipasi Kerusakan Sistem Operasi
Sebagaimana diketahui, Windows adalah suatu sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang diproduksi oleh Microsoft. Bila dibandingkan dengan sistem operasi lain, Windows lebih mudah dioperasikan berkat interfacenya yang sangat mudah dipahami dan di mengerti (user-friendly). Namun sialnya, dibalik semua kemudahan itu ternyata Windows juga memiliki sifat-sifat lain yang kurang begitu baik: tidak stabil, tidak aman, mudah terinfeksi virus, dan sering macet (hang). Kemudian, satu hal yang paling menjengkelkan lagi adalah, file-file sistem Windows "seolah-olah" bisa rusak tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu, jika Anda tidak ingin pekerjaan Anda menjadi terbengkalai karena sistem operasi Windows yang Anda gunakan sering hang atau rusak, lakukanlah proses antisipasi. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
1. Pertama-tama, periksa bahwa Windows Anda sudah dalam keadaan baik (normal) dan bebas virus. Kemudian, pastikan juga bahwa semua program-program aplikasi yang Anda perlukan sudah terinstal dan bekerja dengan benar, termasuk driver-driver untuk perangkat keras (Printer, Modem, Sound Card, VGA Card, Ethernet, Scanner, CD-ROM).
2. Lakukan proses backup. Dalam hal ini, file-file yang dibackup adalah file-file yang berekstensi *.INI dan *.DAT yang ada di dalam direktori C:\WINDOWS. Caranya membackupnya adalah:
2.1. Masuk ke dalam modus MS-DOS
2.2. Buat direktori baru untuk menampung file-file yang akan dibackup tadi. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat sub direktori baru bernama BACKUP di dalam direktori C:\WINDOWS, maka dari prompt DOS ketik perintah MD BACKUP
2.3. Dari dalam direktori C:\WINDOWS, kopi semua file yang berekstensi .INI ke dalam sub direktori yang telah Anda buat tadi. Untuk mengkopinya, ketik perintah COPY *.INI BACKUP
2.4. Masih dari dalam direktori C:\WINDOWS, ketik perintah ATTRIB -S -H -R *.DAT untuk menormalkan atribut file-file berekstensi .DAT yang akan dibackup, khususnya untuk file USER.DAT dan SYSTEM.DAT. Setelah itu, kopikan kedua file tersebut ke dalam sub direktori BACKUP dengan mengetik perintah COPY *.DAT BACKUP. Bila sudah selesai, kembalikan status atribut file-file yang Anda normalkan tadi dengan mengetik perintah ATTRIB +S +H +R *.DAT
3. Backup setting registry Windows yang sedang aktif pada saat itu. Karena Anda masih berada dalam modus MS-DOS, maka cara membackupnya adalah:
3.1. Dari prompt DOS, ketik perintah SCANREG

Gambar 1. Proses scanning registry

Gambar 2. Laporan hasil proses scanning registry
3.2. Jawab pertanyaan yang muncul pada Gambar 2 di atas dengan mengklik tombol Yes

Gambar 3. Proses backup registry

Gambar 4. Proses backup registry selesai
4. Supaya lebih yakin, Anda juga bisa membackup setting registry Windows dengan cara lain, yaitu dengan menyimpannya ke dalam suatu file khusus berekstensi .REG. Caranya adalah:
4.1. Klik tombol Start > Run
4.2. Dari dalam kotak dialog Run, ketik perintah REGEDIT lalu akhiri dengan mengklik tombol OK

Gambar 5. Tampilan program Regedit (Registry Editor)
4.3. Dari dalam jendela program Registry Editor, klik menu Registry > Export Registry File. Setelah itu, tentukan nama filenya lalu simpan ke dalam direktori yang sudah Anda buat tadi, yakni di C:\WINDOWS\BACKUP.
Sampai pada tahap ini Anda telah selesai membackup semua file-file sistem dan setting registry Windows Anda. Oleh karena itu, pastikanlah untuk selalu mengupdatenya setiap kali Anda nanti melakukan perubahan (menginstal driver dan atau program-program aplikasi lainnya), yakni dengan cara mengulangi semua instruksi yang dijelaskan di atas.
Mengatasi / Memperbaiki Kerusakan Sistem Operasi
Secara umum, penyebab kerusakan sistem operasi Windows adalah hampir sebagian besar diakibatkan oleh beberapa hal-hal sebagai berikut:
- Komputer mati secara tiba-tiba karena listrik padam
- Komputer terlalu sering dimatikan tanpa melalui proses Shut Down
- Proses instalasi gagal (tidak sempurna)
- File-file sistem Windows terinfeksi virus
- Program antivirus mencoba memperbaiki file-file sistem Windows yang terinfeksi virus
- Setting registry Windows berubah (kacau)
- File-file sistem Windows hilang (terhapus)
Beberapa petunjuk yang menyiratkan bahwa sistem operasi Windows telah mengalami suatu gangguan yang sangat serius dan fatal akibat adanya file sistem yang rusak dapat dilihat dari pesan kesalahan (error messages) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 6. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak

Gambar 7. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak

Gambar 8. Pesan kesalahan bahwa sistem Windows rusak
Nah, jika suatu hari nanti Windows Anda rusak, atau terganggu akibat salah satu dari kemungkinan yang disebutkan di atas, Anda tidak perlu panik, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengembalikan (merestore) file-file sistem dan setting registry yang sudah Anda backup tadi dan mencoba menjalankan utility ScanDisk dan System File Checker (SFC) yang disediakan oleh Windows. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
1. Restart komputer Anda ke dalam modus MS-DOS.
2. Dari prompt DOS, ketikkan perintah di bawah ini:
2.1. C:\WINDOWS> ATTRIB -S -H -R *.DAT
2.2. DEL USER.DAT
2.3. DEL SYSTEM.DAT
2.4. C:\WINDOWS> COPY C:\WINDOWS\BACKUP\*.DAT
2.5. C:\WINDOWS> COPY C:\WINDOWS\BACKUP\*.INI
3. Restart sekali lagi komputer Anda untuk masuk ke dalam modus Windows, kemudian perhatikan apakah cara pada titik No. 2 di atas telah dapat mengatasi masalah yang Anda hadapi. Jika ternyata belum berhasil, Anda bisa melanjutkannya ke titik No. 4.
4. Boot komputer Anda ke dalam modus MS-DOS. Setelah itu, periksa setting registry Windows dengan mengetik perintah SCANREG. Untuk memulai, pilih menu Start seperti terlihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Tampilan program SCANREG dalam modus MS DOS
Jika dalam pemeriksaan memang ditemukan adanya kerusakan, maka program akan melaporkan bahwa telah terjadi kerusakan pada file-file sistem Windows. Dalam hal ini, program akan mencoba memperbaikinya dengan cara merestore setting registry asli yang sudah Anda backup sebelumnya seperti terlihat pada Gambar 10.

Gambar 10. Pesan setelah proses restore selesai
5. Restart komputer ada untuk masuk ke dalam modus Windows, kemudian perhatikan apakah sekarang sistem Anda sudah lebih baik dari yang sebelumnya? Jika ternyata belum berhasil juga, Anda bisa melanjutkannya ke titik No. 6.
6. Dari dalam modus Windows, klik tombol Start > Run. Setelah itu ketik perintah REGEDIT lalu OK.
6.1. Dari dalam jendela program Regedit, klik menu Registry > Import Registry File.
6.2. Tentukan direktori tempat di mana Anda menyimpan file setting registry yang Anda backup sebelumnya. Dalam contoh ini, file setting registry yang dibackup adalah bernama REGISTRY.REG, file ini tersimpan di dalam direktori C:\WINDOWS\BACKUP.
6.3. Jika file setting registry sudah ditemukan, klik ganda file tersebut untuk memulai proses import. Kemudian tunggu beberapa saat sampai proses mengimport selesai.

Gambar 11. Tampilan proses mengimport registry

Gambar 12. Pesan bahwa setting registry yang asli telah selesai diimport
6.4. Setelah proses import selesai, restart sekali lagi komputer Anda, kemudian perhatikan apakah cara tersebut sudah berhasil? Jika ternyata masih belum berhasil juga, lanjutkan ke titik No. 7.
7. Dari dalam modus Windows, klik tombol Start > Run. Kemudian, ketik perintah SFC untuk menjalankan program System File Checker.

Gambar 13. Tampilan program SFC (System File Checker)
Segera setelah jendela program SFC terbuka, Anda bisa langsung mengklik tombol Start untuk memulai proses pemeriksaan file-file sistem Windows yang rusak. Dalam hal ini, proses pemeriksaan akan berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, tunggulah sampai proses scanning benar-benar selesai.

Gambar 14. SFC sedang melakukan proses scanning

Gambar 15. Laporan statistik hasil pemeriksaan
Dari Gambar 15 di atas, dapat disimpulkan bahwa semua file sistem Windows dalam keadaan baik, SFC tidak menemukan ada yang rusak. Namun, jika Anda merasa bahwa masih ada sesuatu yang tidak beres pada Windows Anda, Anda masih bisa melakukan penelusuran dan sekaligus memperbaikinya dengan cara menjalankan program SCANDISK. Petunjuk atau cara menggunakannya dijelaskan pada titik No. 8.
8. Klik tombol Start > Run lalu ketik perintah SCANDISK. Setelah itu, dari dalam program ScanDisk, klik tombol Options untuk memastikan bahwa pilihan Areas of the disks to scan sudah dalam posisi System and data areas. Opsi ini perlu dipilih agar program ScanDisk memeriksa dua hal sekaligus, yakni lokasi (area), file-file sistem dan file data yang ada di dalam hard disk komputer Anda. Setelah itu, kembalilah ke jendela program utama ScanDisk lalu aktifkan opsi Thorough dan Automatically fix errors pada bagian Type of test. Dan, sebelum Anda mengklik tombol Start, pastikan bahwa tidak ada program-program aplikasi lain yang sedang melakukan operasi read/write ke dalam hard disk. Untuk memulai proses pemeriksaan dan perbaikan, klik tombol Start lalu tunggu sampai proses "scanning and repairing" benar-benar selesai.
Penutup
Dari hasil uji coba yang penulis lakukan selama ini, sudah terbukti bahwa semua langkah-langkah yang diuraikan di atas cukup ampuh untuk mengatasi kerusakan Windows. Dengan cara yang sama kami persilahkan Anda untuk mengimplementasikannya. Mudah-mudahan berhasil!
Pustaka
1. Jerry Joyce and Marianne Moon, "Troubleshooting Microsoft Windows 2000 Professional," Microsoft Press, 2000.
2. M. David Stone and Alfred Poor, "Troubleshooting Your PC, Second Edition," Microsoft Press, 2002.
3. Microsoft Corporation, "Troubleshooting Microsoft Windows 95, 98 and Me," Microsoft Press, 2000.
4. Stephen W. Sagman, "Troubleshooting Microsoft Windows XP," Microsoft Press, 2001.
Eryanto Sitorus adalah seorang PNS, programmer, teknisi, dan penulis buku komputer. Tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Buku-bukunya yang sudah terbit adalah "Perisai Ampuh Para Chatter: Teknik Instalasi dan Konfigurasi Shell Account, Eggdrop, BNC, dan PsyBNC," diterbitkan oleh penerbit DINASTINDO, Jakarta, 2002, "Hacker dan Keamanan," diterbitkan oleh penerbit ANDI, Yogyakarta, 2003, "Tehnik Penetrasi: Kemampuan Hacker untuk Menguji Sekuriti," diterbitkan oleh penerbit INDAH, Surabaya, 2004, dan "Seri FreeWare & ShareWare Populer: Password Recovery," diterbitkan oleh penerbit INDAH, Surabaya, 2004. Selain menulis buku komputer, juga aktif menulis artikel. Lebih dari 50 buah judul artikelnya telah dimuat di majalah NeoTek, Jakarta.
Demikianlah tulisan singkat mengenai beberapa alternatif untuk mengatasi kerusakan sistem operasi Windows. Semoga bermanfaat. Jika ada saran atau komentar bisa dikirimkan ke ery@ery-online.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan saja langsung menuju ke www.sony-ak.com.

Terimakasih.



Memonitor Perubahan Windows Registry Anda dengan Registry Monitor

Author: Sony Arianto Kurniawan
Published: July 25, 2004
Visits: 2042 - Category: Microsoft Windows




Windows Registry adalah tempat dimana sistem operasi Windows menyimpan semua setting konfigurasi sistem baik konfigurasi dari sistem operasi maupun aplikasinya. Tahukah Anda bahwa setiap dinamika perubahan atau proses akses (baca/tulis) ke ke registry Windows bisa dimonitor melalui suatu tools atau program. Ini berguna terutama jika Anda ingin mengetahui berbagai macam aktivitas ke registry yang dilakukan oleh aplikasi Windows. Ada banyak tools yang bisa digunakan untuk keperluan ini, salah satunya yang paling terkenal dan gratis adalah program yang bernama Registry Monitor (RegMon) dari Sysinternals (www.sysinternals.com).
Anda bisa mengunjungi website-nya di http://www.sysinternals.com/ntw2k/source/regmon.shtml. Program ini bisa dijalankan baik di Windows 9x, Me, NT, 2000 atau XP. Penggunaan Registry Monitor ini bisa bermacam-macam, intinya adalah digunakan untuk mengamati proses baca dan tulis yang terjadi pada registry. Salah satu contohnya penulis menggunakan Registry Monitor ini untuk mendeteksi key registry apa yang diubah oleh Yahoo! Messenger ketika kita mengganti status message. Beberapa rekan yang lain menggunakan Registry Monitor ini untuk mengakali software yang biasanya dibatasi waktu penggunaannya dan biasanya setting pembatasannya disimpan di registry.
Program Registry Monitor ini tidak memiliki installer khusus, programnya sendiri hanya di paket dalam bentuk .zip. Anda langsung bisa menjalankan file .exe nya (regmon.exe). Berikut ini adalah screen shot dari aplikasi Registry Monitor.

Anda juga bisa memfilter hasil yang di-capture dari monitor oleh Registry Monitor. Dengan ini Anda bisa menyaring dari sekian banyak hasil monitoring registry yang dilakukan oleh Registry Monitor. Anda juga bisa menyimpan hasil dari capture monitoring registry ke dalam suatu text file.
Demikianlah tulisan sederhana mengenai tool untuk mengamati perubahan pada registry Windows. Jika ada komentar atau saran bisa dilayangkan ke sony-ak@sony-ak.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan saja menuju ke www.sony-ak.com.
Terimakasih.


Mengatasi Crash Pada Windows Akibat DLL

Author: Muhammad Syafii
Published: April 06, 2004
Visits: 2997 - Category: Microsoft Windows




Di dalam folder Windows, lusinan file DLL berjubel memenuhi hardisk. File ini memiliki duplikasi yang sering "bertabrakan" satu sama lain dan menyebabkan Windows crash. Kalau sudah begini, layar biru Windows akan muncul disertai dengan pesan kesalahan.
Saya berani bertaruh, Anda pernah mengalami hal yang sama. Crash yang terjadi merupakan tanda adanya sesuatu yang salah. Penyebabnya sering pada DLL. Namun jangan khawatir, kami selalu dapat mengatasi kemacetan DLL.
Cara Manual
Pertama mengenai hal-hal yang mendasar. Dynamic Link Libraries (DLL) merupakan program kecil yang digunakan oleh aplikasi Windows. Beberapa DLL diperlukan oleh sebuah program dan jarang menyebabkan masalah. DLL yang sering menjadi sumber masalah adalah yang merupakan bagian dari Windows sendiri dan dibagi-pakai oleh banyak program. Sebagai contoh, commdlg.dll, yaitu DLL common dialog, memungkinkan program lain menciptakan kotak dialog.
Masalahnya? Ketika Anda menjalankan sebuah program aplikasi, dan ia me-load DLL versi lebih lama. Ketika Anda keluar dari aplikasi ini, DLL masih ada di dalam memori. Kemudian, Anda me-load program lainnya yang menggunakan DLL yang sama - dengan versi yang sedikit lebih baru - maka terjadilah masalah. Aplikasi baru bertabrakan dengan DLL lama, terjadilah crash.
Windows 98 diharapkan bisa mengatasi konflik ini ketika Anda meng-install program baru, membandingkan DLL dan membuang yang versi lama. Masalahnya adalah, hal ini tidak selalu dilaksanakan.
Untungnya, Anda dapat menghapus DLL lama Anda. pekerjaan ini beresiko kecil, tetapi selalu back-up sistem Anda sebelum melaksanakannya.
Caranya adalah mencari semua DLL di hardisk Anda, menemukan duplikat-duplikatnya, dan membuang versi yang lebih lama. Anda dapat melakukan hal ini dengan menuju ke Windows Desktop, menekan F3 untuk memunculkan kotak Find: All Files, dan mencari My Computer untuk semua file berekstensi .dll. (Pastikan untuk mencari seluruh drive, termasuk subfolder.) Pada window hasil, pilih View*Details dan klik kolom Name untuk mensortir file-file tersebut. Bila PC Anda seperti yang kami miliki, hardisk Anda berisi dengan duplikasi DLL.
Sekarang klik-kanan setiap duplikat file, pilih Properties dan klik tab Version. File dengan nomor versi lebih tinggi seharusnya ada di folder \Windows\System. Bila DLL dengan nomor versi lebih rendah ada di folder program aplikasi, ubah ekstensi filenya menjadi .d_l. Dengan cara ini versi lama tidak akan di-load, yang akan memaksa program melihat ke folder System untuk DLL yang benar. (Satu tempat yang seharusnya Anda melihat banyak duplikasi DLL adalah di folder \Windows\Sysbckup. Biarkan saja yang ini.)
Tahap terakhir: Boot PC Anda dan load program yang menggunakan DLL versi lebih lama. Bila program ini dapat jalan, maka kemungkinan tidak ada masalah, dan Anda dapat mengulangi proses dengan pasangan duplikat berikutnya. Bila program tidak dapat berjalan, maka kembalikan nama asli dari DLL lama.
Cara Praktis
Bila cara di atas terlalu rumit, pertimbangkan untuk mendapatkan aplikasi seperti DLLChecker yang akan menyelesaikan semua pekerjaan untuk Anda. Program, yang ditulis oleh David Jung, men-scan file DLL, VBX, OCX, dan VXD. Kemudian program ini menyajikan daftar lokasi file-file tersebut dan mengindentifikasinya berdasarkan ukuran, tanggal, dan versi. Hal ini membantu Anda melihat duplikasi, membandingkan versi, dan memutuskan mana yang perlu dibuang. Utiliti ini juga dapat mengarsipkan DLL lama.
Silahkan mencoba DLLChecker www.VB2Java.com untuk mengatasi duplikasi DLL yang sering membuat crash windows.
Selamat mencoba. Jika ada kritik dan saran bisa dikirimkan melalui karebet_asli@telkom.net. Untuk membaca tulisan-tulisan menarik lainnya silakan langsung saja menuju ke www.sony-ak.com.
.